Entertainment / Film
Selasa, 28 April 2026 | 19:40 WIB
Sisi humanis hantu tanpa kepala di Film The Bell: Panggilan untuk Mati [IMDb]
Baca 10 detik
  • Film The Bell: Panggilan untuk Mati mengangkat legenda hantu tanpa kepala "Penebok" dari Belitung dengan sentuhan romansa tragis dan latar sejarah tahun 1930-an.
  • Shalom Razade mengungkapkan bahwa sosok Penebok bukan sekadar teror, melainkan entitas yang mencari cinta dan ingin terlihat utuh secara batin maupun fisik.
  • Film ini dijadwalkan tayang 7 Mei 2026 dan siap dipasarkan di Cannes Film Market.

Givina juga mengakui adanya kemiripan antara dirinya dengan karakter Saidah, terutama dalam hal insting melindungi orang sekitar yang terkadang berujung pada sifat dominan.

"Mungkin agak-agak control freak sih. Oke, 'gue harus step in supaya semua berjalan dengan lancar dan aman'. Sebenarnya niatnya baik, tapi kalau dilihat dalam-dalam ya itu, sisi control freak-nya ada," katanya.

Siap Menuju Panggung Internasional

Meski berakar dari urban legend lokal Belitung, The Bell dipastikan akan melebarkan sayap ke pasar global. Executive Producer Budi Yulianto menyatakan bahwa film ini telah dipersiapkan untuk melantai di Cannes Film Market.

"Kami kemarin dapat kesempatan mem-preview film ini ke Malaysia dan mereka melihat ini berbeda dengan horor lainnya. Film ini juga akan dibawa di festival Cannes untuk dipasarkan di sana," kata Budi.

Pihak produser juga menegaskan bahwa judul "The Bell" dipilih bukan sekadar untuk kesan modern, melainkan sebuah akronim rahasia.

Konferensi pers film The Bell: Panggilan untuk Mati di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 27 April 2026 [Suara.com/Tiiara Rosana].

"Satu hal lagi, The Bell itu awalnya dalam pembicaraan kita adalah singkatan dari Belitung," ungkap produser Aris Muda Irawan.

Film ini ditutup dengan tantangan bagi para penonton untuk berani menyaksikan akhir cerita yang penuh dengan plot twist.

Terlebih bagi generasi muda, Nabil Lunggana yang berperan sebagai YouTuber "biang kerok" di film ini, memberikan pesan singkatnya.

Baca Juga: Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Angkat Mitos Lonceng Keramat di Belitung

"Pesan buat Gen Z, jangan terlalu cepat untuk mengambil tindakan. Nanti kepalanya buntung," imbuhnya.

The Bell: Panggilan untuk Mati adalah film horor-romansa garapan sutradara Jay Sukmo dan penulis naskah Priesnanda Dwi Satria di bawah naungan MBK Productions dan Sinemata.

Mengisahkan tentang sekelompok YouTuber yang memicu kebangkitan Penebok, hantu tanpa kepala yang melegenda di Pulau Belitung, setelah mencuri lonceng keramat demi konten.

Film ini dibintangi oleh Mathias Muchus, Shalom Razade, Bhisma Mulia, Givina, Ratu Sofya, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, dan Zidan Zhu.

Menggabungkan unsur sejarah tahun 1930-an dan teror modern, The Bell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.

Load More