Suara.com - Suasana duka menyelimuti lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Di tengah puing rangkaian KRL yang ringsek setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek, sorotan publik tertuju pada sosok pimpinan PT Kereta Api Indonesia.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, tertangkap kamera sedang duduk sendirian dengan raut wajah murung di dekat lokasi kejadian.
Posisinya berada persis di depan rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah akibat insiden tersebut.
Momen itu terjadi saat proses evakuasi korban di malam kejadian insiden tragis tersebut.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, Bobby yang mengenakan kemeja putih terlihat terduduk lesu sambil bertopang dagu.
Matanya tampak memperhatikan langsung upaya evakuasi yang dilakukan tim di lapangan.
Meski tak ada satupun kata yang keluar, namun terlihat jelas raut kesedihan di wajah Bobby.
Potret Bobby Rasyidin yang termenung di tengah lokasi kecelakaan KRL itu turut menuai reaksi warganet.
Baca Juga: Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM
Banyak yang merasa prihatin dengan Bobby sebagai Dikrektur Utama PT KAI yang harus memikul tanggung jawab berat atas musibah yang baru saja terjadi.
“Sabar ya pak dirut, ini bukan salah Anda, Anda sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik,” kata akun @bita***.
“Tanggung jawabnya besar, beliau tidak ingin semua ini terjadi,” tulis akun @dika***.
“Terpukul untuk hal-hal yang di luar kendali kita memang sangat melelahkan,” ujar akun @sayai***.
Sebagai informasi, Bobby Rasyidin merupakan Direktur Utama PT KAI yang baru diangkat pada 12 Agustus 2025 lalu.
Bobby menggantikan Didiek Hartantyo yang menjabat sejak 8 Mei 2020.
Berita Terkait
-
Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI
-
Dirut KAI Respons Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Keselamatan Tak Bedakan Gender
-
Bangkai Gerbong KRL Pasca Tabrakan Masih di Pinggir Rel, KAI Jelaskan Alasan Belum Dipindahkan
-
Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot
-
Kekayaan Bos Green SM yang Taksinya Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?