News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 12:47 WIB
Suasana stasiun Bekasi Timur masih ditutup pasca insiden tabrakan kereta. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • PT KAI melakukan evakuasi bertahap terhadap bangkai gerbong KRL yang terlibat kecelakaan dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.
  • Proses penanganan yang dimulai sejak Rabu (29/4/2026) dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional jalur kereta api.
  • Jalur rel lokasi kejadian kini sudah kembali dapat dilintasi kereta api meskipun masih diberlakukan aturan pembatasan kecepatan operasional.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) buka suara soal bangkai gerbong KRL yang masih berada di pinggir rel Stasiun Bekasi Timur lokasi kecelakaan dengan KA Argo Bromo.

Meski proses evakuasi penumpang telah selesai, pemindahan rangkaian rusak dilakukan secara bertahap.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus melalui sejumlah tahapan teknis dan pertimbangan keselamatan.

"Itu kita lakukan bertahap. Kemarin, perlu kita sampaikan bahwa kita melakukan evakuasi dari penumpang selama hampir 10 jam. Kemudian setelah itu baru kita bisa melakukan penarikan gerbong dari lokomotif yang ada di dalam KRL kemarin," ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Setelah proses pemisahan rangkaian, tim baru dapat memulai evakuasi bangkai gerbong KRL dari lokasi kejadian.

"Setelah itu kita baru bisa mulai melakukan evakuasi dari bangkai KRL itu mulai dari jam siang, kemarin jam 12 sampai jam 1," jelasnya.

Namun dalam prosesnya, baru roda KRL yang dievakuasi agar rangkaian rel bisa kembali dilewati.

Sementara sebagian bangkai gerbong yang tertabrak KA Argo Bromo masih dibiarkan di pinggir rel.

Bobby menegaskan, proses penanganan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak mengganggu jalur operasional kereta lain serta tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Baca Juga: Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Saat ini, jalur rel di lokasi kejadian sudah bisa dilintasi kembali oleh kereta, meskipun dengan pembatasan kecepatan.

"Sehingga untuk prosesnya kita akan melakukan bertahap dan pada saat ini sudah dapat clearance dari KNKT bahwa jalur itu sudah bisa dilakukan dengan catatan pembatasan kecepatan," kata Bobby.

Sebelumnya, pantauan Suara.com di lokasi menunjukkan bangkai gerbong KRL masih berada di sisi rel dan ditutup menggunakan terpal.

Sementara itu, jalur rel utama telah dibersihkan dari material sisa kecelakaan dan mulai dilalui kereta secara terbatas.

Load More