Entertainment / Gosip
Selasa, 12 Mei 2026 | 08:47 WIB
Ini dia komentar terbaik untuk juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR.
Baca 10 detik
  • Juri memicu amuk netizen karena menyalahkan jawaban Regu C namun membenarkan jawaban Regu B yang secara substansi sama.
  • Dalih juri mengenai masalah "artikulasi" suara peserta dianggap tidak masuk akal dan justru menjadi bahan sindiran terkait kesehatan pendengaran juri.
  • Pembawa acara dinilai tidak netral dan memperkeruh suasana karena meminta peserta menerima ketidakadilan sebagai "perasaan saja".

Senada dengan itu, netizen lain menyarankan perlunya pemeriksaan kesehatan bagi para pengambil keputusan di lomba tersebut.

"Pentingnya pilih juri yang nggak ada masalah THT," timpal akun lainnya, merujuk pada spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan.

Tak hanya juri, pembelaan MC yang menyebut juri "sangat teliti" pun menjadi bumerang. "Sangat berkompeten dan sangat teliti, pret," tulis netizen yang merasa kata-kata MC tersebut sangat kontradiktif dengan kenyataan.

Saking geramnya, beberapa netizen membawa analogi dari dunia olahraga untuk menggambarkan betapa kacaunya sistem penilaian tersebut.

"Cerdas cermat juga butuh VAR biar cermat," tulis seorang pengguna media sosial, merujuk pada teknologi Video Assistant Referee yang biasa digunakan di pertandingan sepak bola untuk memastikan keadilan.

Ada pula yang menyamakan keras kepalanya juri dengan profesi lain di jalanan. "Juri persis jukir alias juru parkir. Ngeyel," cetus netizen.

Bahkan, ada yang berkomentar singkat namun menohok, "Jurinya ngantuk."

Respons Terbaik: Cerdas Cermat yang Tidak Cermat

Dari ribuan komentar yang masuk, satu komentar penulis nilai sebagai respons paling cerdas sekaligus ironis yang merangkum seluruh kegaduhan ini.

Baca Juga: Sosok Indri Wahyuni, Juri Cerdas Cermat MPR Dikritik Usai Salahkan Jawaban dan Artikulasi Peserta

"Cerdas cermat, sungguh jurinya tidak cermat," tulis seorang netizen.

Komentar ini jadi yang terbaik karena mampu menangkap esensi dari masalah yang terjadi.

Bagaimana mungkin sebuah kompetisi yang mengusung nama "Cerdas Cermat", yang secara harfiah menuntut ketelitian, kecermatan, dan ketajaman berpikir, justru dipimpin oleh juri yang dianggap tidak cermat dalam mendengarkan dan mengevaluasi jawaban peserta.

Load More