Lifestyle / Komunitas
Selasa, 12 Mei 2026 | 08:40 WIB
Dua juri cerdas cermat yang tengah viral di media sosial bikin geram netizen. [Twitter]
Baca 10 detik
  • Indri Wahyuni, pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI, menuai kontroversi akibat pernyataannya saat final LCC Kalimantan Barat berlangsung.
  • Peserta SMAN 1 Pontianak memprotes ketidakadilan penilaian juri terkait jawaban materi hukum ketatanegaraan yang dianggap tidak konsisten.
  • Wakil Ketua MPR RI menyampaikan permintaan maaf resmi dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan tersebut.

Suara.com - Nama Indri Wahyuni tengah menjadi sorotan publik usai viralnya polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

Juri yang diketahui merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI itu ramai dikritik warganet setelah komentarnya kepada peserta SMAN 1 Pontianak dinilai bernada gaslighting.

Polemik bermula saat babak final membahas materi hukum ketatanegaraan mengenai pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam sesi tersebut, Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab,

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden.”

Namun dewan juri justru memberikan pengurangan poin dengan alasan tidak mendengar frasa “Dewan Perwakilan Daerah” atau DPD secara jelas dari jawaban peserta.

Situasi kemudian memicu kontroversi setelah pertanyaan serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas dan memperoleh poin penuh.

“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” ujar juri Dyastasita Widya Budi dalam video yang viral di media sosial.

Merasa dirugikan, peserta dari SMAN 1 Pontianak kemudian menyampaikan protes secara langsung kepada dewan juri.

“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” kata salah satu perwakilan Regu C.

Baca Juga: Siapa Saja Juri Cerdas Cermat MPR RI yang Keliru Beri Nilai ke SMAN 1 Pontianak?

Di tengah situasi tersebut, Indri Wahyuni ikut memberikan tanggapan dengan menyoroti aspek artikulasi peserta saat menjawab pertanyaan.

“Artikulasi itu penting, jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri tidak mendengar artikulasi dengan jelas maka dewan juri berhak memberikan minus lima,” kata Indri Wahyuni.

Pernyataan itu kemudian memicu kritik luas dari publik. Banyak warganet menilai komentar Indri justru menyalahkan peserta yang berani memprotes keputusan juri, alih-alih mengevaluasi kemungkinan kekeliruan dalam penilaian.

Istilah gaslighting pun ramai digunakan netizen untuk menggambarkan respons tersebut. Dalam konteks psikologi populer, gaslighting merujuk pada tindakan memanipulasi seseorang hingga mempertanyakan persepsi atau keyakinannya sendiri.

Siapa Indri Wahyuni?

Berdasarkan laman resmi MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.

Load More