Entertainment / Gosip
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:18 WIB
Blak-blakan Ayu Aulia lakukan aborsi hingga kehilangan rahim [Instagram/ayuandiyantiaulia].
Baca 10 detik
  • Ayu Aulia mengaku harus menjalani pengangkatan rahim (histerektomi) akibat komplikasi berat dari prosedur aborsi masa lalunya.
  • Secara medis, pengangkatan rahim bukanlah efek langsung aborsi, melainkan upaya terakhir untuk menyelamatkan nyawa akibat perdarahan hebat atau infeksi berat.
  • WHO menekankan bahwa risiko komplikasi fatal yang merusak organ reproduksi jauh lebih tinggi pada praktik aborsi yang dilakukan secara tidak aman atau ilegal.

Berikut adalah beberapa fakta medis mengenai kaitan antara aborsi dan hilangnya rahim:

1. Standar Keamanan Prosedur Medis

Menurut WHO, aborsi yang dilakukan sesuai dengan metode yang direkomendasikan dan ditangani oleh tenaga medis terlatih merupakan prosedur kesehatan yang sangat aman.

Komplikasi serius sangat jarang terjadi bila dilakukan sesuai standar medis yang ketat, baik melalui metode obat-obatan maupun prosedur bedah yang sesuai dengan usia kehamilan.

2. Kondisi yang Mewajibkan Histerektomi

Histerektomi bukanlah dampak langsung atau komplikasi umum dari aborsi. Mengutip laporan dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), tindakan pengangkatan rahim hanya dilakukan sebagai upaya penyelamatan nyawa jika terjadi kondisi ekstrem seperti pendarahan hebat, infeksi berat, dan kerusakan organ.

3. Bahaya Aborsi Tidak Aman (Unsafe Abortion)

Poin krusial yang ditegaskan oleh WHO adalah risiko komplikasi berat jauh lebih tinggi pada praktik aborsi yang tidak aman.

Aborsi yang dilakukan di tempat ilegal, oleh tenaga tidak terampil, atau menggunakan metode yang berbahaya, sering kali berakhir dengan infeksi hebat dan cedera organ.

Baca Juga: Ayu Aulia Bongkar Hubungan Gelap dengan Bupati Inisial R: Hamil, Aborsi, Kehilangan Rahim

Dalam kasus-kasus ekstrem inilah, dokter di rumah sakit terpaksa melakukan pengangkatan rahim demi menyelamatkan nyawa sang ibu.

Load More