Entertainment / Gosip
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:26 WIB
Shindy Lutfiana [Instagram/Shindy_mcwedding]
Baca 10 detik
  • Shindy Lutfiana mengaku kehilangan banyak tawaran kerja dan menjadi sasaran boikot netizen akibat sikapnya yang dinilai tidak netral saat memandu acara.
  • Melalui media sosial, Shindy merasa terluka karena merasa beberapa rekan seprofesi justru menghakimi dan merayakan kejatuhan kariernya di tengah hujatan publik.
  • Rekan sesama MC, Dikz Madya, memberikan kritik menohok bahwa tugas MC adalah menjaga alur acara secara netral, bukan bertindak sebagai komentator yang menyudutkan peserta.

Suara.com - Shindy Lutfiana, pembawa acara atau MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi di Kalimantan Barat juga jadi sasaran kemarahan publik.

Shindy dianggap tidak netral dan justru ikut "membungkam" Josepha Alexandra, peserta dari Regu C (SMAN 1 Pontianak), saat mencoba menyampaikan protes atas ketidakadilan penilaian juri.

Akibat aksinya yang terekam kamera dan viral di berbagai platform media sosial, Shindy kini harus menelan pil pahit, yakni kehilangan pekerjaan dan dihujat habis-habisan.

Sadar dirinya menjadi pusat pusaran kebencian netizen, Shindy akhirnya buka suara melalui unggahan di Instagram Stories-nya.

Curahan hati yang penuh emosi tersebut kemudian dibagikan ulang oleh akun informasi lokal, Dailypontianak, dan segera memancing ribuan reaksi.

Dalam unggahannya, Shindy mengaku bahwa dampak dari kejadian tersebut sangat luar biasa bagi kehidupan pribadinya maupun karier profesionalnya. Ia menyebut bahwa "hukum rimba" media sosial telah merenggut mata pencahariannya.

"Ketika aku membaca ribuan komentar dari netizen, hampir semua isinya hujatan untuk aku. Semua kata-kata isi kebun bintang keluar, sumpah serapah aku terima, sampai seruan boikot Shindy MC," tulis Shindy dikutip Rabu, 13 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia mengonfirmasi bahwa tuntutan netizen agar dirinya tidak lagi digunakan jasanya sebagai pemandu acara telah menjadi kenyataan. "

"Aku hilang pekerjaan. Aku bisa menerima itu semua dengan tabah, sabar, ini memang resiko yang harus aku terima atas kesalahanku," katanya.

Baca Juga: Selain Josepha, Guru Pendamping Juga Dibungkam Juri Indri Wahyuni di Lomba Cerdas Cermat

Namun, yang paling melukai hatinya bukanlah cacian dari orang asing, melainkan sikap rekan sesama profesi yang dianggapnya justru merasa senang di atas penderitaannya.

"Tapi tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini, ketika ku melihat dari teman-teman sejawat profesiku memanfaatkan momen jatuhnya aku sekarang untuk menghakimiku bahkan merayakannya," tulis Shindy.

Skakmat dari Rekan Seprofesi

Alih-alih mendapatkan simpati dari seluruh rekan sejawat, curahan hati Shindy justru memicu kritik profesional yang tak kalah pedas.

Salah satunya datang dari seorang pria bernama Dikz Madya, yang juga berprofesi sebagai MC.

Di kolom komentar, Dikz Madya melemparkan argumentasi yang sangat menohok terkait etika seorang pemandu acara, terutama dalam acara formal sekelas cerdas cermat yang melibatkan instansi negara.

Load More