- Insiden LCC Kalbar disebut sebagai rekonstruksi adegan film Laskar Pelangi, namun dengan juri dunia nyata yang dinilai tidak memiliki jiwa kesatria.
- Publik menyoroti perbedaan nasib yang drastis, di mana satu tim mendapat pengurangan poin sementara tim lain mendapat nilai meski memberikan jawaban yang sama.
- Berbeda dengan juri di film yang berani mengakui kekeliruan, juri LCC MPR dikritik karena lebih memilih menyalahkan artikulasi peserta daripada mengakui kesalahan pendengaran.
Suara.com - Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat memantik kemarahan publik karena keputusan juri yang dinilai berat sebelah dan arogan.
Menariknya, netizen teringat akan salah satu adegan ikonik dalam film legendaris Laskar Pelangi.
Akun X @P3gEl menyebut bahwa insiden di Pontianak ini adalah "rekonstruksi adegan Laskar Pelangi" di dunia nyata.
Namun, ada satu perbedaan mencolok yang membuat publik geram, yakni sikap kesatria dewan juri.
Jika di film juri berani mengakui kekeliruan, di kehidupan nyata, ego juri dianggap terlalu besar untuk sekadar berkata "maaf".
"Ini mah juri Cerdas Cermat MPR lagi main rekonstruksi adegan Laskar Pelangi ya? Di filmnya Bu Guru bilang: 'Maaf, ternyata jawabannya benar.' Di real life: 'Minus lima! Artikulasi tidak jelas! Dengar baik-baik!' Sama jawaban, beda nasib. Satu tim dapet +10, satu tim dapet -5. Cerdasnya peserta, cermatnya... entah ke mana," tulisnya dalam cuitan yang viral tersebut, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.
Poin utama yang disoroti adalah integritas. Dalam film Laskar Pelangi, meskipun awalnya ragu, juri akhirnya bersikap rendah hati dan mengakui kesalahan setelah dikonfrontasi dengan fakta.
Sementara dalam kasus LCC MPR ini, juri dianggap lebih memilih menyalahkan "artikulasi" peserta ketimbang mengakui ketidaktelitian pendengaran mereka sendiri.
"Juri MPR emang beda level, bro. Kalo di Laskar Pelangi juri akhirnya ngaku salah, ini mah ngotot sampe viral dulu baru klarifikasi. Laskar Pelangi cuma film, ini drama beneran. Oscar buat juri terbaik dong!" lanjut akun @P3gEl dengan nada sarkas.
Baca Juga: Saat Kebenaran Dikalahkan Artikulasi: Luka Nalar dalam LCC 4 Pilar MPR RI
Awal Kegaduhan
Ketegangan bermula pada sesi rebutan yang sangat menentukan. Juri melontarkan pertanyaan krusial mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak dengan sigap menekan bel dan memberikan jawaban yang sangat komprehensif.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," tegas perwakilan Regu C.
Secara aturan konstitusi, jawaban tersebut sudah sangat tepat. Namun, secara mengejutkan, juri justru menyatakan jawaban itu salah dan memberikan nilai minus 5 kepada SMAN 1 Pontianak.
Juri beralasan perwakilan Regu C tidak menyebutkan frasa "pertimbangan DPD".
Tag
Berita Terkait
-
Rekan Seprofesi Bedah Kesalahan Shindy Lutfiana MC Cerdas Cermat MPR, Argumentasinya Menohok
-
Selain Josepha, Guru Pendamping Juga Dibungkam Juri Indri Wahyuni di Lomba Cerdas Cermat
-
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Protes di LCC Empat Pilar MPR Kini Ditawari Beasiswa ke China
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru
-
Buntut Ketidakadilan LCC MPR RI 2026: Juri, MC, hingga Ketua MPR Digugat ke PN Jakpus
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bantah Sengaja Cueki Syifa Hadju, Ahmad Dhani: Namanya Manusia Tempatnya Lupa
-
Pinkan Mambo dan Arya Khan Rujuk: Cinta Kami di Luar Batas
-
Sinopsis The Doorman: Kucing-kucingan eks Marinir dan Perampok, di Bioskop Trans TV Malam Ini
-
Memburu Bintang Komika Baru: Kompas TV Punya SUCI, Netflix Ada Funny AF with Kevin Hart
-
Film Top Gun dan Sekuel Maverick Tayang Ulang Mulai Hari Ini, Cuma Seminggu di Bioskop
-
5 Sinopsis Film Netflix yang Lagi Bertengger di 5 Besar Hari Ini
-
Film Taiwan Terlaris Sunshine Womens Choir Siap Tayang di Indonesia, Sinopsisnya Bikin Haru
-
Malam Keramat: Labirin Teror Ritual Kuno yang Mencekam, Malam Ini di ANTV
-
Afgan Gelar Konser Tunggal Retrospektif: Simak Daftar Harga Tiket Mulai Rp600 Ribuan!
-
Film 'Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan' Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini