- Film Children of Heaven versi Indonesia disutradarai oleh Hanung Bramantyo dengan latar kota Semarang tahun 1980-an, namun tetap mempertahankan premis asli tentang perjuangan kakak-beradik berbagi sepatu.
- Dua aktor cilik utama, Jared Ali dan Humaira Zahra, tampil sangat natural dan sukses menghidupkan emosi serta ikatan persaudaraan yang kuat.
- Berbeda dari versi aslinya, adaptasi ini terasa lebih segar dan berwarna berkat kehadiran unsur komedi dari para komika seperti Acho, Dodit, dan Oki Rengga.
Suara.com - Di bawah arahan sutradara Hanung Bramantyo dan rumah produksi MD Pictures, mahakarya sutradara Iran Majid Majidi, Children of Heaven (1997), bertransformasi menjadi sebuah sajian yang sangat lokal dan emosional.
Resmi dirilis pada 27 Mei 2026, film ini berhasil memindahkan napas perjuangan Ali dan Zahra ke Tanah Air dengan sangat apik.
Cerita tetap berfokus pada premis klasiknya, yakni Ali (Jared Ali) yang tidak sengaja menghilangkan sepatu sekolah satu-satunya milik adiknya, Zahra (Humaira Zahra).
Karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, mereka terpaksa bergantian memakai satu pasang sepatu secara rahasia.
Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada pemilihan latar tempat. Hanung Bramantyo secara brilian memilih kota Semarang tahun 1980-an sebagai panggung utama.
Visualisasi perumahan padat, gang-gang sempit yang berkelok, hingga suasana pasar tradisional digambarkan dengan detail yang sangat terjaga.
Sejak opening scene, penonton sudah disuguhi pengambilan gambar yang memukau, memberikan keyakinan bahwa film ini diproduksi dengan riset artistik yang serius.
Kekuatan Akting Pemeran Utama
Keberhasilan film ini tidak lepas dari performa luar biasa dua aktor ciliknya, Jared Ali dan Humaira Zahra. Meski di usia yang sangat muda, keduanya mampu menampilkan akting yang natural tanpa kesan dipaksakan.
Baca Juga: Review In the Grey: Perpaduan Strategi Militer dan Tipu Daya yang Brilian!
Ekspresi wajah mereka dalam menggambarkan rasa takut, tanggung jawab, hingga kasih sayang antar saudara terasa sangat on point dan mampu mengaduk emosi penonton tanpa harus menjadi cengeng.
Warna Baru Lewat Peran Komika
Berbeda dengan versi aslinya yang cenderung sunyi dan puitis, versi Indonesia terasa lebih berwarna berkat kehadiran unsur komedi.
Karakter-karakter pendukung yang diperankan oleh para komika ternama seperti Muhadkly Acho, Dodit Mulyanto, dan Oki Rengga menjadi pembeda yang signifikan. Kehadiran mereka membuat alur film terasa lebih komplet dan segar.
Salah satu momen unik adalah karakter Kepala Sekolah yang diperankan oleh Muhadkly Acho, dia digambarkan memiliki kebiasaan berpantun yang konsisten, bahkan dalam adegan saat dia sedang marah sekalipun.
Unsur lokalitas ini memberikan hiburan ringan di tengah beratnya beban hidup yang dialami karakter utama.
Berita Terkait
-
Review Film Crocodile Tears: Kritik Sosial atas Dinamika Keluarga Indonesia
-
Review Film Fuze: Thriller Cerdas yang Menggabungkan Aksi dan Misteri!
-
Triangle of Sadness: Film yang Mengungkap Kerapuhan Struktur Sosial Manusia
-
Review Film My Dearest Senorita: Kisah Inspiratif tentang Identitas Manusia
-
Tanah Bangsawan: Rahasia Kelam di Balik Identitas Ganda Seorang Pemuda Eropa
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?
-
Dikritik Soal Artikulasi, Mahalini Akhirnya Bongkar Alasan di Balik Gaya Bernyanyinya
-
Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar
-
Kuntilanak Malam Ini di ANTV: Masterpiece Film Horor Indonesia
-
Isyana Sarasvati Hidupkan Perjuangan Putra di MV Garuda di Dadaku
-
Syekh M Al Deeb Bongkar Oknum Ulama Hobi Nikah Tiap Bulan di Hotel: Cuma Berduaan!
-
Giliran Dede Sunandar Bongkar Aib Istri, Minum-minuman hingga Bawa Cowok ke Rumah
-
Viral Delapan Siswa SMK 1 Polewali Keroyok Satpam karena Tak Terima Ditegur Merokok
-
Geram Anaknya Dijadikan Bahan Pencitraan, Dewi Perssik Semprot Aldi Taher: Bukan Konsumsi Medsos
-
Ibu Merantau demi Nafkah, Ayah Kandung di Lampung Tega Cabuli Putri Sendiri