Entertainment / Film
Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00 WIB
Film Children of Heaven [Instagram]
Baca 10 detik
  • Sutradara Hanung Bramantyo mengadaptasi film Children of Heaven ke versi Indonesia dengan gaya neorealisme yang jujur dan minim dramatisasi.
  • Produser Manoj Punjabi menyatakan kepuasan penuh terhadap hasil akhir film serta jajaran pemeran dalam acara gala premiere di Jakarta.
  • Film yang dibintangi Jared Ali ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 27 Mei 2026 mendatang.

Suara.com - Sutradara Hanung Bramantyo bercerita tentang eksperimen yang dia lakukan untuk film terbarunya, Children of Heaven versi Indonesia.

Suami Zaskia Adya Mecca nekat keluar dari pakem visual megah khas MD Pictures demi mengejar realisme yang jujur.

Meskipun begitu, produser Manoj Punjabi mengaku sangat puas dengan hasil akhir film ini, terutama pada intensitas cerita di bagian penutup. Dia bahkan menyebut tidak ingin mengganti satu pun jajaran pemainnya.

"Adegan terakhir itu, 20 menit terakhir saya kayak keringetan nonton. Per menit saya bisa merasa tegangnya, saya sudah involved di karakter ini, bahkan sampai lagu yang luar biasa itu keluar, sudah puas saya," kata Manoj Punjabi dalam Gala Premiere film tersebut yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

"Di sini semuanya right-right casting. Kalau saya punya time capsule untuk rewind apa yang bisa diganti, saya enggak akan ganti apa pun," tambahnya.

Konferensi pers film Children of Heaven di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].

Hanung Bramantyo secara tegas mewanti-wanti Manoj Punjabi sejak awal bahwa dia tidak akan mengikuti pakem visual MD Pictures yang biasanya megah (larger than life).

Hanung bersikeras menjaga ruh neorealisme asli film Iran tanpa polesan dramatis yang berlebihan, meski hal itu sangat kontras dengan selera produser biasanya.

"Saya bilang sama Pak Manoj, 'Saya enggak mau ya film Children of Heaven ini dibentuk seolah-olah sebagaimana film yang bentuknya sangat formulaist. Enggak bisa, ini beda banget lho, beda dari taste-nya Pak Manoj biasanya'," ungkap Hanung.

Baginya, mengubah gaya MD yang identik dengan film sinematik menjadi sangat realis adalah tantangan besar.

Baca Juga: Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis

"MD kebanyakan membuat film yang sangat bentuk, dar-der-dor, seperti film India. Sementara film Iran itu pahamnya realisme. Bagaimana gaya yang terbiasa sinematik itu di-tweak, itu sudah kayak pindah agama kan," tuturnya.

Konferensi pers film Children of Heaven di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 4 Maret 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].

Berbeda dengan versi Iran yang sunyi dan puitis, Hanung memasukkan unsur komedi melalui para komika seperti Acho, Dodit, dan Oki Rengga.

Hal ini dilakukan karena dia memahami karakter penonton Indonesia yang terbiasa dengan tradisi seni pertunjukan seperti Lenong atau Ketoprak.

"Tradisi pertunjukan kita selalu mengedepankan tiga hal, yaitu cerita bagus, menyentuh, dan lucu. Orang Iran mungkin hidupnya serius sekali, sementara kita, lapar saja masih bisa ketawa. Makanya kita masukkan unsur kelucuan ini dari para komika agar film ini terasa komplet buat penonton kita," beber Hanung.

Komitmen Syuting Sehat dan Insiden di Set

Aspek kesejahteraan aktor anak menjadi prioritas Hanung saat proses syuting. Dia menerapkan jam kerja yang sehat dan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemeran utama tidak kelelahan.

Load More