- Pengadilan Tinggi Militer Medan memvonis Sertu Riza Pahlivi 10 bulan penjara atas penganiayaan siswa SMP hingga tewas.
- Kejadian penganiayaan terjadi pada 24 Mei 2024 di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.
- Putusan banding pada 25 Mei 2026 tersebut memicu kecaman publik karena dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat luas.
Suara.com - Putusan banding Pengadilan Tinggi Militer I Medan yang menguatkan vonis 10 bulan penjara bagi Sertu Riza Pahlivi membuat kecewa masyarakat.
Seperti diketahui, Sertu Riza Pahlivi adalah pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian siswa SMP berinisial MHS (15).
Putusan tersebut dinilai mencederai rasa keadilan dan membuktikan tumpulnya penegakan hukum bagi masyarakat kecil.
Sidang pembacaan putusan banding nomor 108-K/PMT.I/BDG/AD/XI/2025 tersebut digelar pada 25 Mei 2026.
Majelis Hakim yang dipimpin oleh Marsekal Immanuel P Simanjuntak menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan kelalaian yang berujung pada hilangnya nyawa orang lain.
"Menguatkan putusan Pengadilan Militer I-02 Medan No. 67-K/PM.I-02/AD/VI/2025 tanggal 20 Oktober 2025 untuk selebihnya," kata Marsekal Immanuel P Simanjuntak saat membacakan amar putusan banding,
Dengan putusan ini, Sertu Riza Pahlivi tetap dijatuhi hukuman 10 bulan penjara serta diwajibkan membayar uang restitusi (ganti rugi) sebesar Rp12 juta kepada pihak keluarga korban.
Adapun kasus pilu ini bermula pada Jumat, 24 Mei 2024 malam di kawasan Benteng Hulu, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Korban, MHS saat itu sedang menonton aksi tawuran di sekitar bantaran rel kereta api Jalan Pelikan Ujung.
Baca Juga: Kiai Pekalongan Ditahan Kasus Pencabulan, Para Santri Malah Nangis dan Berebut Cium Tangan
Di lokasi tersebut, korban diduga dianiaya secara brutal oleh terdakwa hingga akhirnya tewas.
Keputusan pengadilan militer yang dinilai sangat ringan ini memicu kecaman masif dari warganet.
Kolom komentar dipenuhi oleh kritik tajam yang mempertanyakan integritas hukum di Indonesia.
"Murah banget harga sebuah nyawa. Harusnya penjara seumur hidup dan pecat secara tidak hormat. Tapi apalah daya, hukum Indonesia tidak berpihak pada orang kecil," komentar akun @gar***.
Sentimen serupa juga disuarakan oleh warganet lainnya yang menilai hukum militer cenderung melindungi anggotanya sendiri.
"Peradilan Militer adalah pelindung bagi militer itu sendiri," tulis akun @dia***.
Nada sarkasme mengenai slogan instansi juga ramai dilontarkan.
"Dua kalimat lucu yang sering dilontarkan: 'TNI bersama Rakyat'," timpal akun @fau***.
Publik kini mendesak adanya reformasi peradilan agar kasus pidana umum yang melibatkan aparat dapat diadili secara transparan di peradilan sipil demi menjamin keadilan yang setara.
Berita Terkait
-
Kiai Pekalongan Ditahan Kasus Pencabulan, Para Santri Malah Nangis dan Berebut Cium Tangan
-
Viral Pengantin Pria Pakai Selendang Bentuk Bunga Menjuntai
-
Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
-
Viral Lagi, Kisah Angeles Duran Mengaku Pemilik Matahari dan Punya Surat Resmi
-
Pimpinannya Ditangkap Kasus Dugaan Pencabulan Santri, Padepokan Padang Ati Minta Berita Ditakedown
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Totalitas Tanpa Batas! Jirayut Rela Tubuh Biru-biru Hingga Leher 'Geser' Demi Film Cek Khodam
-
Rawat Ibu Sendiri hingga Napas Terakhir, Vega Darwanti Ungkap Momen Haru saat Ibunda Berpulang
-
Jelang Konser 40 Tahun, Kahitna Ajak 40 Pelari Bernostalgia di CFD Jakarta
-
Tawa Terakhir Temon sebelum Berpulang: Sempat Bercanda, Lalu Mengeluh Sakit Dada
-
Tak Bisa Dampingi Kepergian Temon, Abdel Achrian Titipkan Keluarga untuk Melayat
-
Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Siang Ini, Jenazah Lebih Dulu Disemayamkan di GPIB Effatha
-
Paket Santet Rilis Trailer Perdana, Horor Kiriman Misterius Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih