- Sutradara Ronny Gani memproduksi film animasi Garuda di Dadaku murni menggunakan tenaga manusia tanpa bantuan kecerdasan buatan.
- Proses produksi selama tiga tahun melibatkan 550 kru guna membangun ekosistem industri animasi lokal yang berkualitas tinggi.
- Film yang dijadwalkan tayang 11 Juni ini akan menceritakan perjuangan anak penderita asma meraih mimpi menjadi pesepak bola.
Suara.com - Di tengah tren penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk memangkas biaya produksi, kreator di balik film animasi Garuda di Dadaku justru menempuh jalan memutar.
Sutradara Ronny Gani dan produser Shanty Harmayn menegaskan bahwa proyek layar lebar ini murni hasil keringat manusia.
Keputusan berani ini sengaja diambil demi membangun ekosistem industri animasi lokal yang konsisten.
"Karena kita masih percaya dengan kemampuan dan human craft dari talenta-talenta lokal kita ya," kata Ronny Gani usai konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 3 Juni 2026.
"Kita percaya juga bahwa kalau yang create itu human, akan lebih bisa kena dengan penerimaannya oleh audience kita," tambahnya.
Menolak jalan pintas AI berarti bersiap dengan skala produksi yang masif. Sutradara yang pernah berkarier di Hollywood tersebut membeberkan bahwa film ini melibatkan 550 kru.
Dari jumlah tersebut, hampir 500 orang di antaranya adalah animator. Waktu produksinya pun tidak main-main, memakan angka kumulatif hingga tiga tahun.
Bagi Shanty, yang sebelumnya terbiasa memproduseri film live action, ritme kerja ini adalah sebuah kejutan.
"Saya belajar banyak dari produser live action yang biasanya set, set, set gitu. Harus menerima (kenyataan bahwa proses animasi) like, oh wow, tiga tahun," tuturnya merujuk pada lamanya proses pembuatan.
Baca Juga: Sinopsis Husbands in Action: Misi Penyelamatan Mantan Istri yang Penuh Kekacauan
Tantangan terberat selama tiga tahun berproses ternyata bukan sekadar urusan menggambar, melainkan memastikan cerita tersebut relate dengan penonton.
Tim produksi beberapa kali menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menguji respons audiens. Jika ada adegan yang kurang pas, dampaknya sangat brutal bagi tim animator.
"Ada yang memang harus di-address (diperbaiki) tapi sifatnya lumayan besar impact-nya terhadap apa yang sudah diproduksi. Jadi dalam tahap produksi yang linear itu harus mundur, nge-redo (mengulang) katakanlah a chunk of work selama sekitar dua sampai tiga bulan di situ lagi," jelas Roni.
Proses revisi panjang ini sempat memicu perdebatan tarik-menarik antara sutradara dan produser.
"Kalau live action, saya sudah tahu, oh banyak komennya, 'Ronny ganti ini'. Tapi ini kalau mau merombak bagian ini, we have to start from all over again. Itu yang bagi saya susah," seloroh Shanty.
Meski bujet produksi lokal tidak bisa menyamai teknologi animasi mutakhir ala Hollywood, Ronny tidak kehabisan akal. Dia tetap menerapkan metode penyutradaraan kelas dunia kepada tim animatornya.
Berita Terkait
-
The Doll Malam Ini: Teror Boneka Ghawiah yang Ganggu Kehidupan Denny Sumargo dan Shandy Aulia
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar
-
Knives Out: Daniel Craig Terjebak dalam 'Lubang Donat' Penuh Kebohongan, Malam Ini di Trans TV
-
American Gangster: Kisah Nyata Raja Heroin Frank Lucas yang Masih Eksis di Netflix
-
Mata Batin 2: Teror Arwah Darmah dan Rahasia Kelam di Panti Asuhan, Malam Ini di ANTV
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan