Entertainment / Film
Kamis, 04 Juni 2026 | 10:45 WIB
Konferensi pers film animasi Garuda di Dadaku di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 3 Juni 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Sutradara Ronny Gani memproduksi film animasi Garuda di Dadaku murni menggunakan tenaga manusia tanpa bantuan kecerdasan buatan.
  • Proses produksi selama tiga tahun melibatkan 550 kru guna membangun ekosistem industri animasi lokal yang berkualitas tinggi.
  • Film yang dijadwalkan tayang 11 Juni ini akan menceritakan perjuangan anak penderita asma meraih mimpi menjadi pesepak bola.

Sebelum mulai menggambar di komputer, ratusan animator itu diwajibkan mendengarkan rekaman suara aktor dan mempraktikkan aktingnya secara fisik.

"Saya minta kalian dengar ulang dialognya, recording-nya, terus act out. Kalian acting suara itu. Bikin itu jadi perencanaan kalian, sehingga saat kalian megang komputer, kerjanya udah lebih efektif. Itu metode-metode yang saya pelajari di luar negeri saya terapkan di sini," jelas sang sutradara.

Animasi Garuda di Dadaku sendiri merupakan ekspansi semesta dari film live action legendaris rilisan 2009.

Bukan sekadar remake, film produksi yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 Juni mendatang ini menyoroti tokoh baru bernama Putra, anak penderita asma yang bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional layaknya Bayu Purnomojati.

Deretan pengisi suaranya bertabur bintang lintas generasi, mulai dari Keanu Azka, Quinn Salman, Kristo Immanuel, Bimasena Prisai, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Emir Mahira, hingga bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho.

Load More