Entertainment / Film
Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB
Flyer film "Nobody Loves Kay". (Dok: Migunani Cinema Cult & Quin Films)

Suara.com - Mulai hari ini, Kamis, 4 Juni 2026, film drama remaja yang paling memicu perbincangan hangat tahun ini, Nobody Loves Kay, resmi tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Diproduksi oleh ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, dan bekerja sama dengan Visinema Pictures, film ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebuah manifesto dan suara lantang bagi generasi baru yang sedang berjuang mewujudkan mimpi mereka di tengah skeptisisme dunia.

Terinspirasi dari kisah nyata perjuangan dari nol jungler andalan Landak Kuning, ONIC Kairi, film drama coming-of-age arahan sutradara debutan Bernardus Raka ini memotret realitas tajam tentang ambisi, harga sebuah pilihan, dan bagaimana rasanya berdiri tegak saat semua orang, bahkan orang tua sendiri, berhenti berpihak pada kita.

Nobody Loves Kay disambut dengan sangat meriah oleh para penonton dan reviewer film yang telah menonton sebelum rilis, tak sedikit pula yang menempatkan film ini sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun ini. Akun film WatchmenID, yang menyempatkan menonton dua kali sebelum rilis membagikan reaksi setelah keluar dari pintu bioskop.

“Bagus banget, bagus ceritanya, bagus karakternya, bagus dramanya, buset bagus!” sebut WatchmenID dalam sebuah post di X.

Mimpi Besar Butuh Usaha yang Tak Kalah Besar

Melalui karakter Kay yang diperankan oleh Bima Azriel, film ini membawa pesan mendalam bahwa sebuah mimpi yang tidak konvensional, seperti menjadi pro-player e-sport, bukanlah hal yang mustahil jika dibayar dengan dedikasi yang sepadan.

Kay mengajarkan bahwa jika kita berani memiliki mimpi yang besar, maka usaha dan pengorbanan yang dikeluarkan juga harus jauh lebih besar. Ini adalah satu-satunya cara terbaik untuk berdiri tegak dan "Prove Them Wrong" di hadapan mereka yang selama ini meremehkan.

Sutradara Bernardus Raka mengungkapkan bahwa film ini didedikasikan untuk setiap anak muda yang sedang bertaruh nyawa demi masa depannya.

Baca Juga: Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

“Kay adalah representasi dari generasi hari ini yang sering kali harus berjalan di kegelapan sendirian karena mimpinya dianggap aneh atau tidak realistis oleh lingkungan, bahkan oleh orang tua mereka sendiri. Lewat film ini, kami ingin bilang kalau mimpi kalian itu valid. Tapi ingat, untuk membungkam keraguan (prove them wrong), kalian harus membayarnya dengan kerja keras yang luar biasa,” tegas Bernardus Raka.

Flyer film "Nobody Loves Kay". (Dok: Migunani Cinema Cult & Quin Films)

Gejolak Emosi, Persahabatan, dan Konflik Keluarga

Kedalaman akting di film ini didukung kuat oleh penampilan tiga aktor muda berbakat, Bima Azriel, Rey Bong serta Joshia Frederico, yang berhasil menghidupkan dinamika persahabatan yang retak akibat benturan ambisi dan kenyataan hidup yang pahit.

Bima Azriel, pemeran karakter Kay, mengaku sangat emosional saat pertama kali membaca naskah dan mengeksekusi adegan-adegan krusial di film ini.

“Konflik paling berat bagi Kay adalah ketika dia tahu orang-orang terdekatnya, terutama orang tuanya, nggak mendukung apa yang dia kejar. Aku rasa banyak banget anak muda di luar sana yang relate dengan posisi Kay. Karakter ini mengajarkan aku, dan semoga juga para penonton, bahwa rasa sakit saat diremehkan itu bisa dijadikan bahan bakar untuk membuktikan kalau kita bisa sukses dengan jalur kita sendiri,” ungkap Bima Azriel.

Sementara itu, Rey Bong yang memerankan karakter Ido, sahabat dekat Kay, menambahkan bahwa kekuatan film ini terletak pada hubungannya yang sangat manusiawi.

Load More