Entertainment / Gosip
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:30 WIB
Dokter Tirta (Instagram/@dr.tirta)
Baca 10 detik
  • Dokter Tirta menyoroti kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter melalui unggahan di Threads pada 10 Juni 2026.
  • Kenaikan harga BBM tersebut diprediksi memicu efek domino berupa peningkatan biaya logistik dan harga kebutuhan pokok masyarakat.
  • Dokter Tirta menyarankan masyarakat mengelola keuangan dengan menambah pendapatan, melakukan efisiensi pengeluaran, atau menggunakan fasilitas pinjaman sebagai solusi.

Suara.com - Dokter Tirta turut menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Melalui unggahannya di Threads pada Rabu, 10 Juni 2026, ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut sebenarnya sudah diprediksi oleh sejumlah ahli ekonomi sejak lama.

Menurut Dokter Tirta, kenaikan harga suatu barang umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba.

Prosesnya berlangsung secara bertahap, dimulai dari kenaikan harga bahan mentah, kemudian merambat ke barang setengah jadi, hingga akhirnya berdampak pada harga barang jadi yang dikonsumsi masyarakat.

“Ini yang dikemukakan oleh beberapa ahli ekonomi tempo hari,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM, khususnya Pertamax, merupakan salah satu faktor yang dapat memicu peningkatan biaya di berbagai sektor. Sebab, bahan bakar memiliki peran penting dalam rantai distribusi dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Dokter Tirta menilai bahwa kenaikan harga bensin bukanlah dampak akhir, melainkan awal dari rangkaian perubahan ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, kenaikan biaya transportasi dan logistik berpotensi mendorong naiknya harga berbagai kebutuhan pokok maupun barang konsumsi lainnya.

“Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yang akan memberikan efek domino ke naiknya harga-harga yang lain,” ujarnya.

Baca Juga: Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih

Ia menambahkan bahwa kelompok masyarakat yang paling merasakan tekanan dari kondisi ini adalah mereka yang memiliki pendapatan tetap dan ruang finansial yang terbatas.

Dokter Tirta (Instagram)

Ketika harga kebutuhan meningkat sementara penghasilan tidak berubah, daya beli masyarakat akan semakin tergerus.

Dalam unggahan yang sama, Dokter Tirta juga menyinggung mengenai langkah-langkah yang biasanya diajarkan dalam pengelolaan keuangan. Ia menyebut terdapat tiga solusi dasar ketika seseorang menghadapi tekanan finansial.

“Solusi keuangan kan tiga kalau diajari dosen,” tulisnya.

Pertama, menambah sumber pendapatan atau revenue. Jika hal tersebut sulit dilakukan, langkah kedua adalah mengurangi pengeluaran atau expenses semaksimal mungkin.

Apabila kedua cara tersebut belum mampu mengatasi masalah keuangan, maka pilihan terakhir adalah mengajukan pinjaman, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Load More