- Puluhan mahasiswa Cipayung Plus Jakarta Selatan berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda pada Kamis, 11 Juni 2026.
- Massa menuntut evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran akibat ketidakstabilan ekonomi nasional dan pelemahan nilai tukar mata uang rupiah.
- Peserta aksi menyampaikan enam tuntutan strategis, termasuk pencopotan menteri terkait serta penolakan terhadap kenaikan harga BBM.
Suara.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). Mereka menuntut evaluasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai gagal menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Para peserta aksi memadati badan jalan sambil membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi dari atas kendaraan bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara.
Perwakilan peserta aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Selatan, Abdul Hasan Fathur, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu alasan utama mahasiswa turun ke jalan.
Menurutnya, dampak pelemahan rupiah pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berbagai sektor.
"Kami dari Cipayung Jakarta Selatan menyampaikan tuntutan dengan tema besar evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kami menilai pelemahan rupiah pada akhirnya akan dibebankan kepada masyarakat melalui berbagai mekanisme ekonomi," kata Abdul.
Ia menilai pelemahan nilai tukar berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat meningkatnya biaya impor energi, kenaikan harga pangan dan bahan baku industri, meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan yang bergantung pada impor, hingga bertambahnya beban utang sektor swasta yang menggunakan dolar AS.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat meningkatnya biaya produksi perusahaan.
Berdasarkan kondisi tersebut, Cipayung Plus Jakarta Selatan menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah.
- Mencopot Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
- Menstabilkan kondisi ekonomi nasional;
- Mengevaluasi total program prioritas presiden yang dinilai menyerap anggaran besar;
- Mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi pertahanan dan keamanan;
- Membatalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat;
- Menolak kenaikan harga BBM.
"Yang pertama, copot Menteri Keuangan dan juga Menko Perekonomian. Yang kedua, stabilkan ekonomi nasional. Yang ketiga, evaluasi total program prioritas presiden yang memakan anggaran besar. Yang keempat, kembalikan TNI dan juga Polri ke barak. Yang kelima, batalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Yang terakhir, tolak kenaikan harga BBM," ujar Abdul.
Baca Juga: Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
Tuntutan pencopotan Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut karena kedua posisi tersebut dinilai memiliki peran sentral dalam pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.
Sementara itu, desakan untuk membatalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap dampak liberalisasi perdagangan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk kritik dari kalangan mahasiswa terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya terkait isu daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan
-
Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap
-
Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional
-
Susah Cari Lahan di Kota, Target 80 Ribu Koperasi Merah Putih Dipangkas?
-
Benarkah Mama Sinta Diculik Pakai Pesawat? Pangdam Mandala Trikora Akhirnya Buka Suara
-
Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap
-
Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan
-
Buru Nama Besar! Kejagung Fokus Bedah 'Nyanyian' Sony Sanjaya di Korupsi MBG
-
Dorong Kesadaran Lingkungan, DPRD DKI Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah dari Sumber
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja & Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut