News / Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 | 16:12 WIB
Massa mahasiswa saat menggelar demo peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/10/2025). [Suata.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kelompok mahasiswa Jabodetabek akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).
  • Aksi ini bertujuan memprotes kondisi perekonomian nasional serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan masyarakat umum.
  • Massa menuntut penurunan harga pokok, penghentian program pemerintah tertentu, serta evaluasi atas penggunaan anggaran negara yang tidak tepat.

Suara.com - Kelompok mahasiswa dari berbagai universitas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) berencana bakal menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) besok.

Aksi demo mahasiswa tersebut digelar buntut kondisi perekonomian nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN), Dimas, mengatakan peserta aksi dijadwalkan berkumpul sebelum pelaksanaan Salat Jumat.

Setelahnya, massa akan bergerak menuju Bundaran HI untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah.

Besok kumpul sebelum Jumatan. Rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai,” ujar Dimas kepada awak media, Kamis (11/6/2026).

Dimas menjelaskan, persiapan aksi dilakukan melalui konsolidasi yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Depok, pada Rabu (10/6/2026) lalu.

Pertemuan tersebut, lanjut Dimas, dihadiri perwakilan berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat, termasuk badan eksekutif mahasiswa dari sejumlah kampus di Jabodetabek.

Dimas mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut dilatarbelakangi keprihatinan mahasiswa terhadap situasi ekonomi yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan.

Ia menilai berbagai kekayaan dan potensi yang dimiliki Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah

“Indonesia adalah negara yang kaya, namun rakyatnya belum sejahtera. Indonesia negara besar, tapi masih banyak rakyat yang belum terbebas dari rasa lapar,” jelas Dimas.

Dalam aksi besok, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan ekonomi serta kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Mereka juga menilai kritik yang berkembang di tengah masyarakat belum mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.

Selain itu, mahasiswa menyinggung adanya kekhawatiran terkait penggunaan aparat negara untuk meredam suara-suara yang berseberangan dengan pemerintah.

Isu tersebut menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian tuntutan yang akan dibawa saat aksi berlangsung.

“Kami melihat berbagai kritik masyarakat belum dijawab secara tuntas dan masih banyak persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” kata Dimas.

Ada lima tuntutan utama dalam aksi besok, di antaranya penghentian pemborosan anggaran negara hingga penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.

Massa juga mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, serta praktik militerisme di ruang sipil.

"Mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi," tandas Dimas.

Load More