- Warga Kecamatan Gantar, Indramayu, mengalami kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang berdampak pada kesulitan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.
- Bupati Lucky Hakim mendesak Pertamina menginvestigasi dugaan penimbunan serta praktik pengoplosan gas bersubsidi yang tidak sesuai data distribusi.
- Kelangkaan gas melon mengancam sektor pertanian Indramayu karena mesin pompa air sawah petani terancam mati dan memicu gagal panen.
Suara.com - Kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau yang akrab disapa "gas melon" di Kabupaten Indramayu kian meresahkan.
Menanggapi jeritan warga, Bupati Indramayu Lucky Hakim bereaksi keras dan mendesak PT Pertamina untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam.
Keluhan ini mencuat setelah warga di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Gantar, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan gas bersubsidi tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya menerima banyak sekali keluhan, khususnya dari warga di Kecamatan Gantar dan beberapa kecamatan lainnya. Gas melon yang 3 kilo itu mendadak susah dicari," ujar Lucky Hakim kepada media, Selasa (23/6/2026).
Kontradiksi Data dan Realita
Ada hal janggal yang ditemukan Lucky dalam masalah ini. Berdasarkan koordinasi dengan pihak penyalur, Pertamina mengklaim bahwa distribusi gas di Indramayu berjalan normal dan sesuai dengan Delivery Order (DO).
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi sebaliknya: stok di pangkalan kosong dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dapur.
"Pihak Pertamina menjawab distribusi sudah sesuai DO. Tapi praktiknya, masyarakat di bawah kesusahan. Ini kan aneh, kalau DO lancar tapi barangnya tidak ada, lalu gasnya lari ke mana?" tanya Lucky heran.
Dugaan Praktik Pengoplosan dan Penimbunan
Baca Juga: Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
Bupati berusia 48 tahun itu mengendus adanya praktik curang di balik hilangnya gas melon dari pasaran.
Ia menduga disparitas harga yang tinggi antara gas subsidi dan non-subsidi memicu oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan pengoplosan.
"Apakah ada oknum yang sengaja menimbun atau memindahkan isi gas melon ke tabung non-subsidi? Saya minta Pertamina jangan diam. Segera koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyikat para pengoplos ini," ucapnya.
Ancam Sektor Pertanian
Masalah ini bukan sekadar urusan dapur warga. Kelangkaan gas melon berdampak fatal bagi sektor pertanian di Gantar.
Para petani di wilayah tersebut sangat bergantung pada gas 3 kg untuk menggerakkan mesin pompa air sawah.
Lucky mengkhawatirkan, jika krisis energi ini terus berlanjut, ancaman gagal panen akan membayangi lahan pertanian di Indramayu akibat sistem pengairan yang lumpuh.
"Ini masalah serius. Kalau sampai petani gagal tanam karena tidak ada air, dampaknya akan panjang. Mesin pompa mereka butuh gas itu. Saya minta Pertamina segera menertibkan pangkalan-pangkalan resmi agar subsidi ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak," tuturnya.
Kini, bola panas ada di tangan Pertamina dan aparat penegak hukum untuk membongkar misteri hilangnya si "hijau melon" di Bumi Wiralodra.
Berita Terkait
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
-
Bukan Hoaks! Syaefudin Wakil Lucky Hakim Resmi Jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Demo di Indramayu Memanas, Kantor Bupati Lucky Hakim Dilempari Puluhan Ular
-
Masuk Jajaran Lima Bupati Terbaik, Lucky Hakim Sebut Bukan Capaian Pribadi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur
-
Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Tak Sekamar saat Umrah, Ini Alasannya
-
Tiketnya Hampir Ludes, Intip Prediksi Setlist Konser My Chemical Romance di Jakarta
-
Bak Film Bollywood, Lina Mukherjee Resmi Dipersunting Lelaki Italia di Pernikahan Impiannya
-
Kevin Gusnadi Umur Berapa? Pacar Baru Ayu Ting Ting Bukan Orang Sembarangan
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya