- Haruomi Hosono (79), legenda musik Jepang dan pendiri Yellow Magic Orchestra, merilis singel kontemplatif baru berjudul Note of Mothership.
- Singel ini membawa pesan kemanusiaan, empati, dan hubungan dengan alam semesta yang terinspirasi dari bencana global, dengan mengusung filosofi kepedulian dan kasih sayang khas budaya Jepang.
- Rilisan ini dilengkapi visualizer karakter Dr. Tanuki dan akan diikuti dengan tur konser pertamanya di Amerika Utara setelah tujuh tahun pada September mendatang.
Suara.com - Makin tua makin jadi. Itulah Haruomi Hosono, seorang legenda musik asal Jepang yang kini berusia 79 tahun.
Di saat musisi seusianya banyak yang memilih pensiun, Hosono justru makin matang dalam menghasilkan karya. Note of Mothership, sebuah singel anyarnya baru saja dilepas dan bisa dinikmati di berbagai platform digital.
Note of Mothership merupakan sebuah kontemplatif yang menjadi pembuka bagi album studio ke-23 miliknya, Yours Sincerely. Album ini dijadwalkan meluncur pada 11 September 2026 melalui label bergengsi Ghostly International.
Untuk memahami urgensi rilisan terbaru ini, kita harus menilik kembali siapa sosok Haruomi Hosono. Ia bukan sekadar musisi, melainkan arsitek bunyi.
Sebagai pendiri Yellow Magic Orchestra (YMO) dan grup rock legendaris Happy End, Hosono adalah orang yang bertanggung jawab membentuk fondasi musik elektronik dan rock modern di Jepang.
Pengaruhnya Hosono tak berhenti di Negeri Sakura. Tanpa Hosono, mungkin kita tak akan mengenal synth-pop, techno, atau hip-hop seperti sekarang ini.
Jejak digital dan artistiknya bisa ditemukan pada karya-karya musisi masa kini seperti Mac DeMarco, Harry Styles, Vampire Weekend, hingga Ginger Root.
Di telinga pendengar muda Indonesia yang kini menggandrungi estetika retro-futuristik, Hosono adalah "Godfather" yang suaranya selalu relevan.
Note of Mothership merupakan buah pemikiran mendalam Hosono terhadap kondisi dunia dalam beberapa tahun terakhir. Melalui melodi yang organik namun tetap eksperimental, ia mengajak pendengar merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam semesta dan figur "Ibu" sebagai sumber kehidupan (Mothership).
Baca Juga: Mengenal YOASOBI Lewat 5 Lagu Paling Populer Mereka
Bagi Hosono singel ini adaah refleksi terhadap berbagai bencana alam dan pandemi global yang terjadi. Ia ingin mengajak masyarakat untuk mengaktifkan naluri dasar mereka, yakni empati dan kasih sayang, dengan melihat semua peristiwa tersebut.
Dalam album Yours Sincerely, Hosono mengeksplorasi filosofi budaya Jepang yang sangat mendalam, seperti omoiyari yakni Kepedulian yang tulus terhadap perasaan orang lain; jihi, belas kasih yang melampaui kepentingan pribadi; dan boseiai, cinta kasih keibuan yang bersifat mengayomi.
Membahas karya Hosono tak lengkap rasanya tanpa menyentuh aspek visualnya. Bersamaan dengan rilis singel ini, sebuah visualizer resmi diluncurkan dengan menampilkan karakter Dr. Tanuki, karakter anjing rakun khas mitologi Jepang yang digambarkan sedang mengamati kehidupan melalui mikroskop.
Visual ini seolah menjadi metafora bagi cara Hosono memandang dunia saat ini, dengan rasa ingin tahu yang besar, ketelitian, namun tetap memiliki sisi humor dan kehangatan.
Kabar gembira lainnya adalah kembalinya Hosono ke panggung internasional. September mendatang, ia akan memulai "The Yours Sincerely Tour" di Amerika Utara.
Ini akan menjadi penampilan pertamanya di Amerika Serikat dalam tujuh tahun terakhir, mencakup tempat-tempat legendaris seperti Radio City Music Hall di New York dan Greek Theatre di Los Angeles.
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Film Filosofi Teras Siap Mengajarkan Stoikisme Melalui Drama Keluarga yang Menguras Air Mata
-
Terlalu Berat! Para Pemain Film Sofia sampai Minta Terapis usai Baca Naskah
-
Bukan Akting! Ananta Rispo Akui Ditampar Sungguhan oleh Dodit Mulyanto demi Film Ketok Mejik
-
Berapa Harta Kekayaan Gus Miftah? Ini 6 Sumber Kekayaannya
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Nadine Kei Inara Buktikan Logika Data Science dan Jiwa Seni Bisa Berjalan Beriringan
-
Soundrenaline Sana Sini 2026 Siap Guncang Blok M, Ada Last Dinosaurs hingga Sal Priadi
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Totalitas Tanpa Batas! Jirayut Rela Tubuh Biru-biru Hingga Leher 'Geser' Demi Film Cek Khodam