Fathimah Azzahra BEM UI Dapat Serangan Brutal di Sosmed, Dituding Penganut Agama Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02 WIB
Wakil ketua BEM UI Fathimah Azzahra saat berunjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra diserang secara personal oleh akun anonim di media sosial pada 18 Agustus 2026.
  • Serangan tersebut berupa penyebaran informasi palsu, tuduhan penganut Syiah, hingga kritik terhadap karakter pribadi setelah aksi mahasiswa.
  • Sebagian netizen menyayangkan serangan personal tersebut, sementara lainnya meminta mahasiswa agar tetap melanjutkan perjuangan menyuarakan kepentingan publik.

Suara.com - Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra menjadi sasaran serangan personal di media sosial setelah aksi mahasiswa Universitas Indonesia pada 18 Agustus 2026.

Sejumlah akun anonim di sejumlah platform sosial media dari X, Instagram, Tiktok dan Thread menyebarkan informasi palsu tentang Fathimah.

Sejumlah unggahan dan komentar mempertanyakan identitas keagamaan Fathimah, termasuk tudingan bahwa dirinya menganut Syiah.

Ada pula komentar yang menyerang cara berhijab, karakter pribadi, hingga menudingnya sebagai sosok yang mencari popularitas.

Serangan tersebut muncul setelah video Fathimah berdebat dengan aparat keamanan dalam aksi BEM UI menyebar di media sosial.

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra (kiri) berdiri di atas mobil komando saat aksi di depan Plaza UOB pada Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Adiyoga]

Alih-alih membahas substansi pernyataan dan tuntutan mahasiswa, sebagian pengguna justru mengarahkan pembicaraan kepada identitas pribadi sang aktivis.

Salah satu narasi yang beredar menuduh Fathimah sebagai penganut Syiah.

Tuduhan tersebut kemudian muncul dalam berbagai unggahan dan komentar dengan narasi yang berbeda-beda.

Namun, berdasarkan narasi yang beredar dalam unggahan tersebut, tuduhan itu tidak disertai bukti yang memadai mengenai identitas keagamaan Fathimah.

Serangan personal juga terlihat dari komentar yang menyebut Fathimah sebagai buzzer.

Bahkan, sejumlah akun menggunakan istilah tersebut untuk mempertanyakan motif Fatimah dalam menyampaikan sikap BEM UI.

“Kalau gabisa debat gagasan ya yg didebat personalnya,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Komentar lain justru menyindir balik pihak-pihak yang menyerang Fatimah.

“Biasalah otak sunsang, kalah gagasan serang personal,” tulis seorang pengguna.

Di sisi lain, sejumlah netizen memilih tidak memperdebatkan latar belakang keagamaannya dan meminta mahasiswa tetap melanjutkan perjuangan menyuarakan kepentingan publik.

“Mau Syiah, Hindu, Buddha, Kristen atau apa pun itu rakyat enggak peduli. Lanjutkan perjuangan kalian,” tulis salah satu pengguna.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com