- Lagu 'Bella Ciao' dinyanyikan massa BEM UI saat membubarkan diri dari kawasan Gedung UOB setelah aksi mereka di sekitar Bundaran HI terhalau aparat.
- Lagu berbahasa Italia ini dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap fasisme dan penindasan, serta digunakan berbagai gerakan protes di sejumlah negara.
- Artikel akan membahas makna, sejarah, dan kaitan 'Bella Ciao' dengan Resistensi Italia hingga penggunaannya sebagai simbol perjuangan.
Suara.com - Lagu Bella Ciao terdengar saat massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) membubarkan diri dari kawasan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan laporan, para mahasiswa menyanyikan lagu tersebut sambil berjalan beriringan meninggalkan lokasi dan tetap menyerukan aspirasi mereka.
Sebelumnya, massa BEM UI berupaya menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, tetapi langkah mereka dihalau aparat kepolisian hingga akhirnya tertahan di kawasan Dukuh Atas.
Aksi tersebut membawa delapan tuntutan yang mencakup persoalan ekonomi, tata kelola pemerintahan, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes), agraria, pembangunan, penanganan bencana, hingga keamanan.
Pemilihan "Bella Ciao" dalam aksi tersebut menarik perhatian karena lagu berbahasa Italia ini telah lama dikenal sebagai simbol perlawanan dan perjuangan melawan fasisme serta penindasan.
Dalam perkembangannya, lagu tersebut juga digunakan oleh berbagai gerakan protes di berbagai negara sebagai simbol kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Lantas, lagu "Bella Ciao" sebenarnya bercerita tentang apa dan mengapa lagu ini begitu identik dengan semangat perlawanan?
Berikut ulasan mengenai makna dan sejarah "Bella Ciao", termasuk kaitannya dengan Resistensi Italia serta alasan lagu ini terus digunakan dalam berbagai aksi hingga kini.
Makna Lagu Bella Ciao, Bercerita Tentang Apa?
Lagu "Bella Ciao" merupakan lagu folk tradisional Italia memiliki sejarah dan makna yang cukup panjang karena mengalami perubahan konteks dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Bukan Anti-Makan Gratis, Ini Alasan Mahasiswa Tolak MBG di Jalanan
Secara harfiah, Bella Ciao berarti "selamat tinggal, cantik" atau "halo, cantik" dalam bahasa Italia.
The Narrative Transformation Lab dari George Mason University menjelaskan bahwa lagu ini pernah dikaitkan dengan pekerja perempuan di sawah Italia, perjuangan partisan pada masa Perang Dunia II, hingga gerakan perlawanan di berbagai negara.
Versi yang dikaitkan dengan mondine (para pekerja perempuan di sawah Italia) menggambarkan kerasnya kondisi kerja yang mereka alami.
Liriknya menyoroti pekerjaan berat, panjangnya waktu bekerja, serta keinginan untuk terbebas dari kondisi yang menindas.
Sementara itu, versi partisan bercerita tentang seseorang yang terbangun dan menemukan adanya penjajah, kemudian memilih bergabung dalam perjuangan melawan mereka.
Kisah tersebut membawa pesan tentang keberanian menghadapi bahaya dan kesediaan berkorban demi kebebasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Kita Masih Takut Menatap Masa Depan?
-
Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK
-
7 Sifat Belah Ketupat dan Rumus Menghitung Luas serta Kelilingnya
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG
-
Sama-Sama Kasual, Ini Perbedaan Sandal Gunung dan Sandal Pantai yang Perlu Kamu Tahu
-
Tinted Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Ceramide Apa Ada? Ini Rekomendasinya
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, P2G Soroti Risiko Redistribusi Tak Akurat