Pekerja ketinggian menggunakan alat pengaman diri memasang tambatan di atas atap Stasiun DJKA kereta api ringan / Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/11/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
Pekerja ketinggian menggunakan alat pengaman diri saat melakukan pembersihan bagian sisi luar (fasad) Stasiun DJKA kereta api ringan / Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/11/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
Pekerja ketinggian menggunakan alat pengaman diri saat melakukan pembersihan bagian sisi luar (fasad) Stasiun DJKA kereta api ringan / Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/11/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
Pekerja ketinggian menggunakan alat pengaman diri saat melakukan pembersihan bagian sisi luar (fasad) Stasiun DJKA kereta api ringan / Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/11/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
Suara.com - Pekerja ketinggian menggunakan alat pengaman diri memasang tambatan di atas atap Stasiun DJKA kereta api ringan / Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (5/11/2026).
Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan perawatan atap dan sisi luar 13 stasiun LRT Sumsel yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Perawatan tersebut mencakup pembersihan dan pemeliharaan bagian luar bangunan stasiun yang terpapar langsung panas matahari serta hujan. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kondisi fisik infrastruktur LRT Sumsel.
Pemeliharaan berkala ini juga ditujukan untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan penumpang. Dengan perawatan tersebut, fasilitas transportasi publik di Palembang diharapkan tetap terjaga dan dapat melayani masyarakat secara optimal. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]