- Korban anak-anak di Daycare Little Aresha mengalami trauma psikologis akibat kasus penggerebekan penelantaran April 2026 di Yogyakarta.
- Para korban menunjukkan perilaku janggal di rumah dengan menirukan kebiasaan mengikat mainan serta anggota tubuh mereka sendiri.
- Polisi menetapkan belasan tersangka yang terdiri dari pengurus yayasan, kepala sekolah, hingga pengasuh setelah melakukan penggerebekan.
Suara.com - Insiden yang terjadi di Daycare Little Aresha, ternyata memberikan dampak psikologis pada anak-anak yang menjadi korban.
Beberapa ibu memberikan kesaksian di media sosial. Mulai dari perilaku janggal anak-anak mereka hingga sesuatu yang membuat miris.
Anak-anak tersebut dilaporkan kerap menirukan kebiasaan ikat-mengikat pada mainan hingga bagian tubuh mereka sendiri.
Akun Threads @hitawangse mengunggah potret mainan dinosaurus serta tangan sang buah hati yang terlilit tali.
"Postingan ini saya dedikasikan untuk orangtua yang masih berproses pasca kasus Daycare Little Arashe, perihal ikat mengikat," tulisnya pada 11 September 2026.
Ia menerangkan, saat hendak dimasukkan kerah baju lewat kepala, sang anak justru spontan mengajukan kedua tangannya ke depan.
Cerita pilu lainnya juga diungkapkan oleh orang tua korban lain melalui akun @heztityasningrum.
Ia mendapati buah hatinya menggulung tisu basah hingga panjang untuk mengikat bagian kakinya sendiri saat berada di rumah.
"Kalo ade nakal ditali aja mama," ungkap akun @heztityasningrum menirukan ucapan sang anak yang membuatnya langsung membuang seluruh stok tisu basah.
Rangkaian kesaksian orang tua tersebut seketika memantik simpati luas dari warganet, termasuk figur publik di jagat maya.
Kreator konten sekaligus food vlogger kenamaan Tanah Air, Nex Carlos, ikut menyuarakan rasa dukanya di kolom komentar.
"Sedih banget bacanya ," tulis Nex Carlos melalui akun resminya.
Respons singkat dari sang YouTuber pun mewakili keprihatinan khalayak atas proses pemulihan trauma mendalam yang harus dilalui oleh para balita tersebut.
Kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha di Sorosutan, Yogyakarta, terbongkar setelah polisi melakukan penggerebekan pada April 2026.
Saat digerebek, puluhan balita dan bayi dalam kondisi tidak layak. Tangan dan kaki yang diikat serta ruang sempit yang diisi terlalu banyak anak.
Polisi menetapkan belasan orang sebagai tersangka yang mencakup ketua yayasan, kepala sekolah, hingga para pengasuh harian.