Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB
Duo Aviwkila mendapat komentar pedas dari netizen usai merilis lagu berjudul "Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit". [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Duo musisi Aviwkila merilis lagu kritis berjudul Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit untuk menyuarakan keresahan rakyat.
  • Karya tersebut justru memicu gelombang serangan negatif dan cemoohan dari warganet di media sosial.
  • Aviwkila memutuskan rehat dari media sosial demi keamanan keluarga serta memprioritaskan ketenangan mental mereka.

Suara.com - Niat hati menyuarakan kegelisahan rakyat kecil lewat alunan nada, duo musisi Aviwkila justru harus menelan pil pahit.

Pasangan musisi Thana Ajeng Purishita (Ajeng) dan Uki Diqie Sulaiman (Uki) mendadak jadi sasaran empuk serangan warganet usai merilis karya teranyar mereka yang bertajuk "Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit".

Lagu tersebut sejatinya lahir sebagai representasi suara hati masyarakat yang merasa terbungkam oleh kekuasaan.

Alih-alih menuai ruang dialog yang sehat, karya kritis ini justru memicu gelombang sentimen negatif di jagat maya, yang disinyalir kuat digerakkan oleh akun-akun buzzer bayaran.

Kolom komentar media sosial Aviwkila pun seketika dibanjiri cemoohan bernada personal hingga tuduhan tak berdasar.

"Saking enggak lakunya, eh manfaatin SDM-SDM rendah untuk menyukai dia dengan membuat lagu seperti itu,” tulis seorang warganet.

Ada pula yang menyindir kebebasan berekspresi sang musisi, "Kalau masih bisa nyanyi sambil ngebacot begini, masih merasa dibungkam?"

Bahkan, pesan moral lagu tersebut diplintir menjadi narasi provokatif. "Astagfirullah bikin lagu ujaran kebencian, enggak ngeri ya sama pertanggungjawabannya di akhirat nanti? Cari cuan dengan ujaran kebencian." 

Hantaman reaksi keras itu diakui Aviwkila cukup mengejutkan. Mereka tak menyangka media seni yang jujur kini dipandang dengan kacamata penuh kecurigaan.

"Ternyata, menyuarakan keresahan lewat lagu pun bisa dianggap ujaran kebencian," ungkap mereka getir.

Derasnya gelombang serangan digital tersebut akhirnya memaksa Aviwkila mengambil langkah tegas demi kesehatan mental dan keselamatan keluarga. Keduanya memutuskan untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk media sosial.

Meski memilih undur diri sementara dari ruang publik virtual, Aviwkila menegaskan bahwa nyala keberanian itu tak boleh padam.

Mereka menitipkan lagu tersebut kepada para pendengar agar tetap menjadi penyambung lidah masyarakat.

"Kami pamit mundur sebentar. Tolong bantu lanjutkan teman-teman, lagu 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' akan tetap ada di semua platform media sosial, dan teman-teman tetap bisa menggunakannya untuk menyuarakan keresahan dan harapan," tulis Aviwkila.

Bagi mereka, keselamatan orang-orang tercinta saat ini menjadi prioritas utama sembari mengumpulkan energi baru untuk terus berkarya.

"Untuk saat ini, kami pribadi memilih untuk mengambil jarak sebentar, memprioritaskan ketenangan, keamanan keluarga, dan fokus mempersiapkan karya kami yang lainnya sebelum kembali bersuara semampunya. Panjang umur perjuangan," tuturnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com