Kenapa Ruben Onsu Diboikot dan Didemo di Depan Gedung TV? Ternyata Ini Pemicunya

Jum'at, 06 November 2026 | 09:47 WIB
Ruben Onsu diboikot dan didemo. (Threads/@ultragirl08)
BACA 10 DETIK
  • Ruben Onsu menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi yang menyerukan pemboikotan dirinya dari layar kaca pada Kamis, 5 November 2026.
  • Massa mendatangi gedung stasiun televisi swasta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, sambil membawa spanduk dan meminta pihak stasiun televisi serta KPI menanggapi tuntutan mereka.
  • Aksi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, publik pun penasaran dengan alasan pemboikotan dan tanggapan sang presenter.

Suara.com - Nama presenter Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi yang menyerukan pemboikotan dirinya dari layar kaca.

Sejumlah orang mendatangi gedung stasiun televisi swasta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis, 5 November 2026.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk berisi tuntutan agar Ruben Onsu tidak lagi diberi ruang tampil di berbagai media televisi.

Mereka juga meminta pihak stasiun televisi dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memperhatikan keberatan yang disampaikan.

Aksi demonstrasi itu kemudian ramai diperbincangkan setelah dokumentasinya beredar di media sosial.

Peristiwa tersebut turut memancing perhatian publik karena muncul di tengah kontroversi yang sebelumnya menyeret nama Ruben.

Kemudian banyak yang penasaran kenapa Ruben Onsu diboikot hingga didemo di depan gedung televisi?

Bagaimana tanggapan sang presenter setelah mengetahui adanya aksi unjuk rasa yang ditujukan kepadanya? Simak penjelasannya.

Alasan Ruben Onsu Diboikot hingga Didemo di Depan Gedung TV

Setelah ditelusuri, seruan boikot terhadap Ruben Onsu mencuat usai beredarnya dugaan rekaman video call yang melibatkan dirinya dengan seorang pria.

Rekaman tersebut ramai dibicarakan di media sosial dan memunculkan beragam reaksi dari warganet.

Dalam pemberitaan yang beredar, polemik video call itu juga dikaitkan dengan isu laporan dugaan pencabulan sesama jenis yang pernah diarahkan kepada Ruben Onsu.

Kendati belum terbukti pasti, kontroversi tersebut kemudian memicu sebagian pihak menyuarakan keberatan terhadap kehadiran Ruben di layar kaca.

Mereka menilai stasiun televisi perlu mempertimbangkan persoalan yang sedang ramai dibicarakan sebelum memberikan ruang kepada figur publik untuk tampil dalam program hiburan.

Desakan itu tidak hanya disampaikan melalui media sosial, tapi juga diwujudkan dalam demonstrasi secara langsung.

Pada Kamis (5/11/2026), puluhan orang terlihat berkumpul di depan gedung Trans TV di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com