Suara.com - Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPOM Tengku Bahdar Johan Hamid bersama Sekretaris Utama BPOM Reri Indriani dan Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT Togi J. Hutajulu saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai temuan vaksin palsu di kantor BPOM, Jakarta, Selasa (28/6). Dalam keterangannya Plt Kepala BPOM mengatakan bahwa vaksin palsu yang beredar di masyarakat berisiko bagi kesehatan dan berbahaya bagi tubuh, saat ini pihaknya tengah berkordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti temuan vaksin palsu tersebut. [suara.com/Oke Atmaja]
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Buru Pembuat dan Pengedar Vaksin Palsu, Polisi Bentuk Tim Satgas
-
Buntut Vaksin Bayi Palsu, Menkes Siapkan Vaksin Ulang Gratis
-
Distributor Vaksin Palsu Jaringan Semarang Dibekuk di Jakarta
-
Netizen Desak Polisi Umumkan RS/Klinik Pengguna Vaksin Palsu
-
Mazhab Djaeng Indonesia Sebut Vaksin Palsu Matikan Generasi Emas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan