Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 20:03 WIB
Massa mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Massa mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Massa mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Massa mahasiswa memasang spanduk saat melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Aparat Kepolisian berjaga saat massa mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Aparat Kepolisian berjaga saat massa mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Massa mahasiswa dari berbagai universitas membakar ban saat melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Massa mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2020). Dalam aksinya, mereka menolak Omnibus RUU Cipta Kerja. Beberapa massa aksi sempat ingin menerobos kawat berduri yang sudah dipasang aparat kepolisian. Tak hanya itu, mereka juga membakar ban di depan kawat berduri.

Sementara itu, kawasan sekitar Gedung TVRI didominasi massa aksi dari sejumlah elemen mahasiswa. Tuntutannya serupa, yakni menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. [Suara.com/Angga Budhiyanto]