- Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia berunjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI pada hari Rabu untuk menyampaikan aspirasi mereka.
- Sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi dengan mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif.
- Kepolisian melarang penggunaan kekerasan serta senjata api dan menyarankan rekayasa lalu lintas situasional akibat kepadatan massa.
Suara.com - Kawasan Gedung DPR/MPR RI hari ini dipadati oleh massa dari Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia yang datang untuk menyampaikan aspirasi.
Guna memastikan aksi berjalan damai, sebanyak 1.060 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengawalan ketat namun tetap humanis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa prioritas utama petugas adalah memberikan rasa aman bagi para peserta aksi.
"Kita hadir untuk menjaga saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," kata Reynold di Jakarta, Rabu.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh personel telah menjalani apel kesiapan dan tactical wall game (TWG). Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi dinamika massa serta memberikan gambaran nyata mengenai kondisi lapangan yang akan dihadapi.
Reynold menginstruksikan jajarannya agar tidak menggunakan kekerasan dalam bentuk apa pun. "Seluruh personel harus utamakan pendekatan persuasif, dialogis dan humanis," tegasnya.
Personel yang terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek ini dilarang keras membawa senjata api. Hal ini dilakukan demi menjamin hak konstitusional warga negara dapat tersampaikan secara profesional.
"Personel tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif dan profesional," ujar Reynold.
Imbauan Ketertiban dan Arus Lalu Lintas
Baca Juga: Spanduk Raksasa Hiasi Gedung DPR, Massa Tuntut UU Ketenagakerjaan Pro Buruh
Selain pengamanan fisik, Kapolres juga menitipkan pesan kepada para orator dan peserta aksi agar menjaga marwah unjuk rasa dengan tidak melakukan tindakan anarkis, seperti membakar ban atau merusak fasilitas publik. Ia berharap massa tidak menutup jalan umum sehingga aktivitas warga lainnya tidak terganggu.
Masyarakat yang melintas di sekitar Senayan juga diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi di lapangan. Bagi pengguna jalan, pihak kepolisian menyarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan di sekitar titik aksi.
“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Dua Aksi Demo di Monas dan DPR
-
Puan Blak-blakan Soal Aturan Masuk DPR: 'Kayak ke Rumah Kalian, Tok Tok Tok.. Assalamualaikum'
-
Spanduk Raksasa Hiasi Gedung DPR, Massa Tuntut UU Ketenagakerjaan Pro Buruh
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang