Foto / News
Sabtu, 10 Oktober 2020 | 18:06 WIB
Warga menyeberang di area zebra cross yang masih dipenuhi coretan aksi demo tolak Omnibus Law Kamis (8/10) lalu di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melintas dijalan Ridwan Rais yang masih dipenuhi coretan aksi demo tolak Omnibus Law Kamis lalu di Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang kopi keliling melintas didepan dinding Kedutaan Besar Amerika Serikat yang masih dipenuhi coretan aksi demo tolak Omnibus Law Kamis (8/10) lalu di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melintas dijalan yang masih dipenuhi coretan aksi demo tolak Omnibus Law Kamis (8/10) lalu di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Coretan massa aksi demo tolak Omnibus Law Kamis (8/10) lalu di Tugu prakiraan cuaca yang masih belum dihapus di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melintas dijalan Ridwan Rais yang masih dipenuhi coretan aksi demo tolak Omnibus Law Kamis lalu di Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Coretan massa aksi demo tolak Omnibus Law Kamis (8/10) lalu di pertigaan Harmoni yang masih belum dihapus di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Warga menyeberang di area zebra cross yang masih dipenuhi coretan aksi demo tolak Omnibus Law Kamis (8/10) lalu di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). Coretan - coretan vandal di beberapa fasilitas umum dan jalanan tersebut masih belum dihapus. Selain merusak keindahan, coretan tersebut juga mengganggu karena berisi ujaran kebencian dan bahasa - bahasa kotor. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More