Foto / News
Jum'at, 11 November 2022 | 16:39 WIB
Peralatan produksi sabu yang digunakan jaringan narkotika Jerman dan Iran yang kerja sama buat narkotic kitchen lab di Apartemen Casa Grande, Jakarta Selatan. [Suara.com/M. Yasir]
Peralatan produksi sabu yang digunakan jaringan narkotika Jerman dan Iran yang kerja sama buat narkotic kitchen lab di Apartemen Casa Grande, Jakarta Selatan. [Suara.com/M. Yasir]
Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkotika Jerman dan Iran yang kerja sama buat narkotic kitchen lab di Apartemen Casa Grande, Jakarta Selatan. [Suara.com/M. Yasir]
Sampel kramik yang digunakan untuk menyelundupkan bahan sabu yang digunakan jaringan narkotika Jerman dan Iran yang kerja sama buat narkotic kitchen lab di Apartemen Casa Grande, Jakarta Selatan. [Suara.com/M. Yasir]
Sampel kramik yang digunakan untuk menyelundupkan bahan sabu yang digunakan jaringan narkotika Jerman dan Iran yang kerja sama buat narkotic kitchen lab di Apartemen Casa Grande, Jakarta Selatan. [Suara.com/M. Yasir]
Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkotika Jerman dan Iran yang kerja sama buat narkotic kitchen lab di Apartemen Casa Grande, Jakarta Selatan. [Suara.com/M. Yasir]

Suara.com - Jaringan narkotika Jerman dan Iran membuat narkotic kitchen lab atau laboratorium narkoba di apartemen Casa Grande Residence, Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan. Para pelaku bekerja sama mengolah sabu setengah jadi yang dikirim dari Jerman dengan modus sampel keramik.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Jayadi mengatakan dua warga negara asing (WNA) asal Iran berhasil ditangkap dalam kasus ini. Mereka masing-masing berinisial MHD (35) dan AK (25), yang merupakan juru masak sabu.

"Narkotic kitchen lab yang berhasil kita ungkap ini merupakan jaringan dari Iran yang bekerja sama dengan jaringan dari Jerman," kata Jayadi di Casa Grande Residence, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2022).

Jayadi menuturkan tersangka MHD menerima bahan sabu setengah jadi dalam bentuk serbuk dari tersangka S yang kekinian berstatus buronan. S merupakan WNA asal Iran.

Sabu setengah jadi tersebut dikirm S dari Jerman ke Indonesia menggunakan jasa kantor Pos. Untuk mengelabui petugas, sabu berbentuk serbuk itu di seliplan di balik sampel keramik.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti sabu seberat 9,3 kilogram.

Load More