Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit

Kamis, 07 Mei 2026 | 17:56 WIB
Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom]
Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom]
Sejumlah warga dan pelajar bersiap turun dari rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom]

Suara.com - Sejumlah warga dan pelajar menaiki rakit penyeberangan di Sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (7/5/2026).

Pascabencana Sumatera November 2025 yang memutus jembatan, warga dan pelajar masih menggunakan rakit dari kayu dan drum bekas untuk menyeberang sungai, meski mereka kesulitan saat debit air meningkat.

Saat debit Sungai Batang Anai meningkat, aktivitas penyeberangan kerap dihentikan demi keselamatan warga dan pelajar. Kondisi itu membuat perjalanan warga menjadi lebih lama dan berisiko, terutama pada pagi dan sore hari.

Warga berharap pembangunan jembatan penghubung segera dilakukan karena rakit darurat menjadi satu-satunya akses menuju sekolah, pasar, dan lahan pertanian sejak bencana banjir besar melanda kawasan tersebut. [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/tom]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com