Foto / News
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:31 WIB
Pekerja mengecek komponen bangkai pesawat yang diperjualbelikan di Desa Gupit, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/tom]
Pekerja mengecek komponen bangkai pesawat yang diperjualbelikan di Desa Gupit, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/tom]
Pekerja mengecek komponen bangkai pesawat yang diperjualbelikan di Desa Gupit, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/tom]
Pekerja mengecek komponen bangkai pesawat yang diperjualbelikan di Desa Gupit, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). [ANTARAFOTO/Maulana Surya/tom]

Suara.com - Pekerja mengecek komponen bangkai pesawat yang diperjualbelikan di Desa Gupit, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026).

Menurut pengusahanya bangkai pesawat tersebut dipasarkan secara daring dan banyak diminati pembeli untuk properti restoran dan kafe bertema aviasi, keperluan edukasi penerbangan serta pengembangan tempat wisata.

Komponen yang dijual berasal dari pesawat yang sudah tidak laik terbang dan diperoleh secara legal melalui proses lelang maupun kerja sama dengan pihak terkait.

Harga jual bervariasi tergantung ukuran dan kondisi bagian pesawat, mulai dari kokpit, sayap, hingga badan pesawat utuh, dan pengiriman dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia sesuai permintaan pembeli. [ANTARAFOTO/Maulana Surya/tom]

Load More