Foto / News
Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB
Sejumlah biksu dan perwakilan umat Buddha mengambil Api Dharma Waisak menggunakan obor dari sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]
Sejumlah biksu membawa obor usai prosesi pengambilan Api Dharma Waisak dari sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]
Sejumlah biksu membawa obor usai prosesi pengambilan Api Dharma Waisak dari sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]
Sejumlah biksu dan perwakilan umat Buddha membawa obor usai prosesi pengambilan Api Dharma Waisak dari sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]

Suara.com - Sejumlah biksu dan perwakilan umat Buddha mengambil Api Dharma Waisak menggunakan obor dari sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Api Dharma Waisak yang diambil dari Api Abadi Mrapen kemudian dikirab menuju Candi Mendut, Magelang, untuk disemayamkan bersama Air Berkah dari Umbul Jumprit sebelum dibawa ke altar utama perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Prosesi kirab dilakukan oleh para biksu, umat Buddha, dan panitia Waisak dengan membawa Api Dharma menggunakan lentera khusus. Setibanya di Candi Mendut, dilakukan puja bakti dan doa bersama sebelum prosesi dilanjutkan ke Borobudur.

Pada puncak Waisak, Api Dharma dan Air Berkah disatukan dalam altar suci di Candi Borobudur sebagai simbol penerangan dan kesucian. Ribuan umat Buddha dari berbagai negara dijadwalkan mengikuti detik-detik Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 dan pelepasan lampion. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz]

Load More