Foto / News
Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:45 WIB
Deputi Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, berdiskusi dengan Imam Baihaqi dari BLFC CV Kirana Juara Abadi di Kutorejo, Mojokerto. Sejak diluncurkan Bayer pada 2020, Better Life Farming (BLF) telah membentuk 590 BLFC di 13 provinsi, dengan 20 persen di antaranya dikelola perempuan. Program ini terbukti meningkatkan pendapatan kios hingga 34 persen dan meningkatkan produktivitas petani sebesar 15–25 persen.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PMK, Leontinus Alpha Edison, menekankan pentingnya langkah kolaboratif dan ekosistem yang lengkap untuk memperkuat petani di lapangan. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara kunjungan dan dialog multipihak bersama Better Life Farming Center (BLFC) di Mojokerto, Jawa Timur.
Bayer dan Kemenko PM tengah menjajaki kemitraan nasional yang memadukan teknologi inovatif, permodalan, dan akses pasar dari ekosistem BLF dengan fungsi koordinasi makro serta inkubasi program Perintis Berdaya. Melalui kolaborasi ini, infrastruktur BLFC sebagai kios cerdas desa akan dioptimalkan bersama jaringan Perintis Berdaya untuk menciptakan ekonomi pertanian yang lebih menguntungkan.
Bayer Indonesia menerima kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Pusat Investasi Pemerintah, Kementerian Keungan di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur. Kunjungan dan dialog multipihak ini bertujuan menjajaki kolaborasi strategis melalui program Better Life Farming dan Perintis Berdaya demi memberdayakan ekonomi petani.

Suara.com - Bayer Indonesia menerima kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Pusat Investasi Pemerintah, Kementerian Keungan di Better Life Farming Center (BLFC) Mojokerto, Jawa Timur.

Kunjungan dan dialog multipihak ini bertujuan menjajaki kolaborasi strategis melalui program Better Life Farming dan Perintis Berdaya demi memberdayakan ekonomi petani.

Sejak diluncurkan Bayer pada 2020, Better Life Farming (BLF) telah membentuk 590 BLFC di 13 provinsi, dengan 20 persen di antaranya dikelola perempuan. Program ini terbukti meningkatkan pendapatan kios hingga 34 persen dan meningkatkan produktivitas petani sebesar 15–25 persen.

Bayer dan Kemenko PM tengah menjajaki kemitraan nasional yang memadukan teknologi inovatif, permodalan, dan akses pasar dari ekosistem BLF dengan fungsi koordinasi makro serta inkubasi program Perintis Berdaya.

Melalui kolaborasi ini, infrastruktur BLFC sebagai kios cerdas desa akan dioptimalkan bersama jaringan Perintis Berdaya untuk menciptakan ekonomi pertanian yang lebih menguntungkan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More