Foto / News
Minggu, 14 Juni 2026 | 07:00 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat roadmap keberlanjutan energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api. [ho]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat roadmap keberlanjutan energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api. [ho]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat roadmap keberlanjutan energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api. [ho]

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat penggunaan biodiesel pada operasional kereta api sebagai bagian dari dukungan terhadap program transisi energi nasional dan upaya menurunkan emisi sektor transportasi.

KAI mencatat penggunaan biodiesel meningkat secara bertahap dari B0 pada 2017, B20 pada 2018-2019, B30 pada 2020-2022, B35 pada 2023-2024, hingga B40 pada 2025-2026. Perusahaan kini menyiapkan implementasi B50.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan roadmap biodiesel dari B0 menuju B50 menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi energi dengan tetap menjaga keselamatan dan keandalan layanan.

KAI bersama Kementerian ESDM telah memulai uji teknis penggunaan B50 sejak April 2026. Pengujian dilakukan pada lokomotif CC206 dan genset kereta api untuk mengukur performa, konsumsi bahan bakar, emisi, serta ketahanan sarana.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pada Juni 2026 perusahaan masih melakukan pemantauan dan evaluasi hasil pengujian sebelum penerapan B50 dilakukan secara lebih luas pada operasional kereta api.

Dari sisi keberlanjutan, penggunaan biodiesel B50 ditargetkan mampu menurunkan emisi hingga 133.676 ton CO2e dalam program dekarbonisasi KAI 2025-2030. Program ini menjadi kontributor terbesar dalam upaya pengurangan emisi.

Load More