Foto / News
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Puluhan ikan mengapung di dalam keramba apung Sungai Batanghari, Pematang Jering, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]
Petani memberi pakan ikan di dalam keramba apung Sungai Batanghari, Pematang Jering, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]
Petani mengangkat ikan yang mati dari keramba apung Sungai Batanghari, Pematang Jering, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (20/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]

Suara.com - Puluhan ikan mengapung di dalam keramba Sungai Batanghari, Pematang Jering, Muaro Jambi, Kamis (20/8/2026). Kondisi ini terjadi setelah kemarau melanda wilayah tersebut selama sekitar sebulan terakhir.

Petani menyebut kemarau memicu penurunan kualitas air Sungai Batanghari. Kondisi tersebut menyebabkan ribuan ton ikan keramba mati dan mengganggu usaha budidaya masyarakat setempat.

Kematian ikan membuat petani mengalami kerugian sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Kerugian semakin besar karena ikan yang mati tidak dapat dijual dan sebagian keramba harus dikosongkan.

Petani berharap kondisi Sungai Batanghari segera membaik seiring penanganan dampak kemarau. Mereka juga membutuhkan dukungan agar usaha budidaya ikan tetap dapat bertahan di tengah penurunan kualitas air. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr]

Load More