/
Jum'at, 24 Juni 2022 | 21:16 WIB
Instagram

Fresh.suara.com - Gia Carangi adalah satu dari sekian banyak selebritis tenar Amerika Serikat yang kisah hidupnya diangkat ke layar lebar dalam bentuk film biopik. Judul film yang rilis tahun 1998 tersebut adalah Gia, dengan Angelina Jolie yang memerankan sang tokoh utama, Gia Marie Carangi.

Lantas, apa yang spesial dari sosok Gia Marie Carangi ini? Tak lain dan tak bukan adalah lantaran statusnya yang dipercaya sebagai supermodel pertama dunia yang kebetulan memiliki kisah hidup tragis.

Pada usia 18 tahun, remaja keturunan Italia-Amerika yang merupakan penduduk asli Philadelphia ini menghasilkan uang sekitar $100.000 per tahun, menjadi model di majalah-majalah bergengsi dan bergaul dengan elit industri mode. 

Popularitas Gia Carangi melejit menjadi model sukses selama akhir 1970-an dan 80-an sebagai gadis berambut cokelat di tengah industri yang kala itu didominasi perempuan berambut pirang. Terlepas dari gaya hidup yang tampaknya glamor ini, kisah Carangi adalah salah satu tragedi, akibat penyalahgunaan dan kecanduan narkoba.

Awal karier

Gia Carangi berasal dari keluarga yang tidak harmonis, tidak mengeyam pendidikan yang baik, orang tuanya bercerai, terasing dari ibunya, dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. 

Gia menghabiskan masa remajanya dengan menghadiri konser dan menjelajahi kehidupan malam. Pada usia 16 tahun, Gia ditemukan oleh seorang fotografer di lantai dansa lantas berangkat ke New York City untuk memulai karirnya.

Selama tinggal di Big Apple, Gia Carangi menandatangani kontrak dengan agensi model Wilhelmina Models. Pada tahun 1980, agen model Gia, Wilhelmina Cooper meninggal karena kanker paru-paru pada usia 40 tahun. Hilangnya agennya, satu-satunya figur ibu Carangi, mendorongnya ke dunia penyalahgunaan narkoba secara teratur dan perilaku yang tidak menentu. Pada saat Gia menandatangani kontrak dengan agensi baru, yakni Ford Models, dia kecanduan heroin dan kokain.

Kariernya merosot

Menggunakan narkoba adalah cara Gia mengatasi depresi atas kehilangan sosok agen terdahulunya dan pelarian dari beban tanggung jawab pekerjaan yang luar biasa. 

Menurut fotografer Francesco Scavullo, Carangi sering tertidur di depan kamera dan menyebabkan adegan impulsif. Scavullo membantu Carangi selama pemotretan sehingga Gia akan merasa nyaman di depan kamera.

Baca Juga: 90 Persen Nelayan Asli Papua Masih Tradisional Sehingga Hasil Tangkap Terbatas

Dalam sampul majalah Vogue edisi November 1980, jejak jarum suntik di sekitar lengan atas Gia terlihat jelas meskipun telah dilakukan sentuhan airbrush profesional. 

Dalam beberapa foto, Scavullo mengarahkan Carangi untuk berpose dengan cara tertentu untuk menyembunyikan bekas jarum di lengannya dari penggunaan narkoba. 

Dalam foto sampul majalah terakhir Carangi, dia menyembunyikan tangannya di balik gaun di sampul Cosmopolitan.

Kematian Gia Carangi

Carangi secara terbuka membahas kecanduan narkoba dan perjuangannya di industri modelling, namun model muda itu tidak mendapatkan bantuan yang sangat dia butuhkan, terutama saat bekerja di industri yang kejam. Setelah tertular HIV dari jarum suntik yang dipakai bersama orang lain, Carangi yang berusia 26 tahun meninggal pada tahun 1986 karena komplikasi terkait AIDS.

Load More