Fresh.suara.com - Gia Carangi adalah satu dari sekian banyak selebritis tenar Amerika Serikat yang kisah hidupnya diangkat ke layar lebar dalam bentuk film biopik. Judul film yang rilis tahun 1998 tersebut adalah Gia, dengan Angelina Jolie yang memerankan sang tokoh utama, Gia Marie Carangi.
Lantas, apa yang spesial dari sosok Gia Marie Carangi ini? Tak lain dan tak bukan adalah lantaran statusnya yang dipercaya sebagai supermodel pertama dunia yang kebetulan memiliki kisah hidup tragis.
Pada usia 18 tahun, remaja keturunan Italia-Amerika yang merupakan penduduk asli Philadelphia ini menghasilkan uang sekitar $100.000 per tahun, menjadi model di majalah-majalah bergengsi dan bergaul dengan elit industri mode.
Popularitas Gia Carangi melejit menjadi model sukses selama akhir 1970-an dan 80-an sebagai gadis berambut cokelat di tengah industri yang kala itu didominasi perempuan berambut pirang. Terlepas dari gaya hidup yang tampaknya glamor ini, kisah Carangi adalah salah satu tragedi, akibat penyalahgunaan dan kecanduan narkoba.
Awal karier
Gia Carangi berasal dari keluarga yang tidak harmonis, tidak mengeyam pendidikan yang baik, orang tuanya bercerai, terasing dari ibunya, dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Gia menghabiskan masa remajanya dengan menghadiri konser dan menjelajahi kehidupan malam. Pada usia 16 tahun, Gia ditemukan oleh seorang fotografer di lantai dansa lantas berangkat ke New York City untuk memulai karirnya.
Selama tinggal di Big Apple, Gia Carangi menandatangani kontrak dengan agensi model Wilhelmina Models. Pada tahun 1980, agen model Gia, Wilhelmina Cooper meninggal karena kanker paru-paru pada usia 40 tahun. Hilangnya agennya, satu-satunya figur ibu Carangi, mendorongnya ke dunia penyalahgunaan narkoba secara teratur dan perilaku yang tidak menentu. Pada saat Gia menandatangani kontrak dengan agensi baru, yakni Ford Models, dia kecanduan heroin dan kokain.
Kariernya merosot
Menggunakan narkoba adalah cara Gia mengatasi depresi atas kehilangan sosok agen terdahulunya dan pelarian dari beban tanggung jawab pekerjaan yang luar biasa.
Menurut fotografer Francesco Scavullo, Carangi sering tertidur di depan kamera dan menyebabkan adegan impulsif. Scavullo membantu Carangi selama pemotretan sehingga Gia akan merasa nyaman di depan kamera.
Baca Juga: 90 Persen Nelayan Asli Papua Masih Tradisional Sehingga Hasil Tangkap Terbatas
Dalam sampul majalah Vogue edisi November 1980, jejak jarum suntik di sekitar lengan atas Gia terlihat jelas meskipun telah dilakukan sentuhan airbrush profesional.
Dalam beberapa foto, Scavullo mengarahkan Carangi untuk berpose dengan cara tertentu untuk menyembunyikan bekas jarum di lengannya dari penggunaan narkoba.
Dalam foto sampul majalah terakhir Carangi, dia menyembunyikan tangannya di balik gaun di sampul Cosmopolitan.
Kematian Gia Carangi
Carangi secara terbuka membahas kecanduan narkoba dan perjuangannya di industri modelling, namun model muda itu tidak mendapatkan bantuan yang sangat dia butuhkan, terutama saat bekerja di industri yang kejam. Setelah tertular HIV dari jarum suntik yang dipakai bersama orang lain, Carangi yang berusia 26 tahun meninggal pada tahun 1986 karena komplikasi terkait AIDS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
Diduga Masalah Asmara, Begini Kronologi Siswi SMP Terjun ke Sungai Beliti
-
Sulitnya Cari Solar, Bus AKAP Mogok di Jalintas Sumatera karena Kehabisan BBM
-
Harga BBM Turun, Pengguna Pertamax di Palembang: Turunnya Dikit, Lumayan Lah!
-
Anggaran Lampu Jalan Palembang Melonjak dari Rp11 Miliar ke Rp140 Miliar, Ada Apa?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Kasus Abdul Wahid, KPK Periksa Sekda Riau dan Bupati Indragiri Hulu