/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 11:27 WIB
Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi

Fresh.suara.com - Asisten rumah tangga Ferdy Sambo yang juga menjadi tersangka atas pembunuhan Brigadir J yakni KM alis Kuat Ma’ruf memberikan kesaksian terkait kejadian di Magelang yang membuat Sambo marah.

Sarifuddin Sudding anggota Komisi III DPR saat rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (24/8/2022), menyebut jika KM alias Kuat Ma´ruf si ART Irjen Ferdy Sambo memergoki Putri Candrawathi nangis sesenggukan dengan kondisi kemeja yang acak-acakan.

“Kuat (asisten rumah tangga atau ART) melihat ibu menangis dalam kamar, pakaian acak-acakan sambil menangis,¨ ungkap Sudding, dikutip dari TV Parlemen pada Jumat (26/8/22).

Seperti diketahui sebelumnya, pada tanggal 4 Juli 2022, Kuat Ma´ruf melihat Brigadir J berupaya untuk membopong Putri Candrawathi yang tertidur di sofa untuk dibawa ke kamar. Menurut pengakuan Kuat Maruf, Brigadir J kala itu tiba-tiba mendekati Putri Candrawathi istri Irjen Ferdy Sambo. 

Menurut Kuat Maruf, Bridagir J berupaya membopong Putri sambil berkata 'jangan di sini dong'. Kuat Maruf mengaku menyaksikan langsung peristiwa itu. 

Saat itu, Kuat Maruf mengaku langsung terkejut dan meneriaki Brigadir J untuk tidak menggendong Putri. "Kamu siapa. Nggak ada yang angkat-angkat Ibu". 

Dalam pengakuannya di depan penyidik, Kuat belum melaporkan peristiwa itu ke Irjen Ferdy Sambo. Selanjutnya pada Kamis (7/7/2022), Kuat Maruf kembali memergoki Brigadir J sedang berada di kamar Putri Candrawathi di lokasi yang sama.  

"Kemudian, ada kejadian pada sore hari, jam 17.30, menjelang Magrib. Ini sebenarnya pemicu,¨ kata Sudding. 

Sudding menyampaikan pengakuan KM yakni Brigadir J terlihat keluar kamar Putri Candrawathi dengan mengendap-endap sehingga ditegur oleh Kuat Ma´ruf.

Baca Juga: Foto Paha Mulus Wulan Guritno Bikin Resah!

"Kenapa masuk ke kamar ibu? Kemudian lari," sambungnya. 

Selanjutnya Kuat Ma’ruf melaporkan hal itu ke Brigadir Ricky Rizal yang langsung menyita pistol HS 9 dan senjata laras panjang milik Brigadir J. KM juga menyarankan Putri Candrawathi untuk melaporkan kejadian tersebut ke Irjen Ferdy Sambo. 

¨Malam harinya, jam 11 malam, Putri melaporkan apa yang dia alami pada sore hari itu ke Sambo lewat telpon. Karena pada jam 7.30 menjelang Magrib, Kuat melihat ibu nangis dalam kamar, pakaian acak-acakan sambil menangis," pungkas Sudding.

Hingga kini belum diketahui pasti motif pembunuhan yang diperintah Irjen Ferdy Sambo. Namun muncul fakta baru yang diduga menjadi alasan Sambo untuk menghabisi nyawa ajudannya sendiri, Brigadir J. 

Dilansir dari kanal Youtube Refly Harun pada Senin (15/8/2022), ada pengakuan dari salah satu tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Kuat Ma´ruf si asisten rumah tangga. 

Refly membahas saat KM memergoki kejadian janggal di Magelang yakni Putri Candrawathi dan Brigadir J terlihat duduk berdekatan di sofa dan kamar. Dari kejadian itulah, diduga Putri Candrawathi dan Yosua memiliki kedekatan khusus. 

Load More