SuaraGarut.id - Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tingkat Kabupaten Garut, Jawa Barat dalam waktu dekat akan membentuk tim bina wilayah di lokasi desa yang akan melaksanakan pemilihan.
"Jadi dari 82 desa dan 28 kecamatan nanti ada penanggungjawab bina wilayah dalam kegiatan Pilkades serentak dari mulai verifikasi, evaluasi ke lapangan, termasuk sampai ke pemilihan kepala desanya," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, di Kantor DPMD Kabupaten Garut, Selasa (21/3/2023).
Berdasarkan hasil diskusi Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Garut dalam rapat ini, Wawan Nurdin, tim bina wilayah dimaksud menjadi bagian dalam semua tahapan.
Saat ini, kata Nurdin, tahapan Pilkades Serentak Gelombang II Tahap II Tahun 2023 sudah masuk tahapan pendaftaran yang akan berlangsung hingga tanggal 28 Maret 2023.
Setelah itu, lanjutnya, akan masuk ke tahapan evaluasi dan verifikasi dokumen bakal calon kepala desa (kades).
Wawan memaparkan jika pelaksanaan tahapan evaluasi dan verifikasi yang akan dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 29 Maret 2023 hingga 12 April 2023.
"Pelaksanaanya akan difokuskan di Sekretariat Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Garut atau tepatnya di Kantor DPMD Kabupaten Garut," ujarnya.
Wawan mengungkapkan, rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut agar pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Garut bisa aman, nyaman, sukses, dan tanpa ekses.
"Rapat hari ini adalah menindaklanjuti bagaimana hasil nanti dari pemilihan kepala desa sesuai keinginan Pemerintah Kabupaten Garut dan pusat, bahwa Pilkades serentak harus aman, nyaman, sukses, dan tanpa ekses," tandasnya.(*)
Baca Juga: Hadir di BSD City, Kini Masyarakat Bisa Mencoba dan Memilih Tempat Tidur Sesuai Kebutuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan