SuaraGarut.id - Perbaikan jalan Garut-Bandung, tepatnya di Kawasan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, dianggap merugikan supir Angkutan Kota (Angkot) jurusan Terminal Guntur - Kadungora.
Alasannya karena menimbulkan kemacetan panjang. Bahkan waktu tempuh perjalanan lebih lama karena kendaraan sering berhenti.
Para supir angkot mengaku mengalami kerugian kerena tidak bisa mengangkut penumpang.
"Hampir satu Minggu ini penghasilan kita jadi menurun," ujar Jalil, 45 tahun salah seorang supir angkot kepada SuaraGarut.id, Selasa 21 Maret 2023.
Dalam satu hari, setiap angkot bisa melayani penumpang sebanyak tujuh putaran dari Terminal Guntur ke Kadungora. Namun akibat kemacetan ini, satu angkot hanya mampu beroperasi tiga putaran.
"Ada juga yang setengah hari kerjanya karena buat beli bensin tidak cukup," ujar Warno, 42 tahun supir lainnya.
Keluhan serupa juga dikeluhkan warga Garut lainnya. Eqi, 47 tahun, warga Kecamatan Kadungora, mengaku terjebak macet selama satu jam. Biasanya perjalanan dari Tarogong ke Kadungora hanya ditempuh selama 30 menit. "Harusnya perbaikan jalan itu dilakukan saat kondisi lalu lintas lenggang, misalnya malam hari," ujar Eqi.
Kemacetan panjang juga sering terjadi saat jam bubaran karyawan pabrik. Panjang antrian kendaraan bisa mencapai lebih dari tiga kilometer dengan kondisi kendaraan tidak bergerak.(*)
Editor: Farhan
Baca Juga: Hadir di BSD City, Kini Masyarakat Bisa Mencoba dan Memilih Tempat Tidur Sesuai Kebutuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
BRI Lewat Program Desa BRILiaN Sukses Dorong Ekonomi Lokal Desa Pajambon Kuningan
-
Desa Pajambon Kuningan Tumbuh Bersama Desa BRILiaN BRI dan Potensi Lokal