News / Nasional
Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto berbicara dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta. [Antara]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia tetap stabil meski nilai tukar rupiah terhadap dolar sedang melemah.
  • Anggota Komisi XI DPR RI, Putri Anetta Komarudin, menafsirkan pernyataan Presiden sebagai dorongan bagi Bank Indonesia bertindak.
  • Komisi XI DPR RI akan segera memanggil Bank Indonesia guna membahas langkah strategis menstabilkan nilai tukar rupiah.

Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Putri Anetta Komarudin, memberikan tanggapan terkait pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut bahwa rakyat di desa tidak menggunakan dolar AS.

Pernyataan Prabowo tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah yang kian tertekan.

Menurut Putri, pernyataan Presiden Prabowo tersebut harus dilihat secara utuh sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas dan menenangkan masyarakat.

Ia menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih berada dalam posisi yang kokoh.

"Secara utuh, pernyataan Bapak Presiden pada dasarnya untuk menenangkan masyarakat. Karena dari segi fundamental ekonomi, kita masih sangat kuat dengan tumbuh 5,11 persen (Kuartal I-2024)," ujar Putri kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini menilai bahwa pernyataan Presiden bukan sekadar pelipur lara bagi masyarakat, melainkan sebuah sinyal kuat bagi otoritas moneter.

Ia menganggap ucapan Prabowo merupakan "pesan tersirat" agar Bank Indonesia (BI) segera mengambil tindakan nyata.

"Pernyataan beliau justru memberikan pesan tersirat kepada Bank Indonesia untuk segera menstabilkan nilai tukar kita yang sekarang menjadi perhatian masyarakat," tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Putri mengungkapkan bahwa Komisi XI DPR RI akan segera memanggil Bank Indonesia dalam Rapat Kerja untuk membahas secara khusus mengenai tren pelemahan kurs Rupiah.

Baca Juga: Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Ia mendesak agar BI tidak tinggal diam dan segera meluncurkan instrumen kebijakan yang efektif.

"Hari ini, kami juga akan menindaklanjuti dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Bank Indonesia, yang di antaranya menyoroti terkait pelemahan kurs Rupiah. Untuk itu, kami mendesak Bank Indonesia agar segera melakukan langkah-langkah strategis dalam memperkuat nilai tukar Rupiah," pungkasnya.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pesan terkait kondisi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidato sambutannya pada peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melemparkan kelakar kepada mantan istrinya yang juga Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto. (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)

Di hadapan tamu undangan, Prabowo menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang sering melontarkan narasi bahwa Indonesia akan mengalami kejatuhan (collapse) atau kekacauan (chaos) akibat fluktuasi nilai tukar mata uang.

Load More