News / Nasional
Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa instansinya sering menerima kritik tidak akurat akibat narasi hoaks di media sosial.
  • Tuduhan palsu terkait pengadaan barang Sekolah Rakyat memicu kesalahpahaman publik karena kurangnya penelusuran fakta yang mendalam di masyarakat.
  • Gus Ipul meminta seluruh pegawai Kemensos aktif meluruskan informasi keliru guna membendung penyebaran disinformasi yang merugikan institusi tersebut.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul blak-blakan curhat mengenai beratnya hantaman opini di media sosial yang kerap menerpa Kementerian Sosial (Kemensos).

Ia mengaku instansinya kerap dibuat babak belur gara-gara narasi palsu atau informasi yang hanya setengah benar (half-truths) sengaja digoreng oleh pihak tertentu. 

"Saya ini sudah merasakan, bagaimana kita ini babak belur kadang-kadang di dunia medsos karena adanya gorengan atau adanya olahan, atau memang mungkin bagian dari kesengajaan yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu sehingga membuat ada semacam kesalahpahaman yang luar biasa," ucap Gus Ipul saat sambutan apel di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ia mencontohkan, isu yang sering jadi "bahan gorengan" di medsos salah satunya terkait pengadaan barang untuk program Sekolah Rakyat.

"Salah satunya sepatu, pengadaan kompor, pengadaan ini," imbuhnya.

Gus Ipul melihat kalau hoaks di media sosial kini semakin rapi karena sering kali menggunakan foto dan kejadian nyata, namun dengan narasi berbeda karena tidak adanya penelusuran fakta terlebih dahulu. Akibatnya, memicu salah paham nasional.

"Jadi kalau enggak ada klarifikasi, enggak ada ini, enggak ada kita luruskan, itu nanti malah jadi kebenaran," jelasnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menegaskan bahwa seluruh proyek pengadaan di Kemensos, termasuk fasilitas Sekolah Rakyat, dilakukan secara transparan dan akuntabel. Sayangnya, publik sering kali langsung termakan narasi liar medsos tanpa paham birokrasi aslinya.

"(Padahal) yang sebenarnya semuanya bisa diaudit, tapi tidak semua masyarakat tahu bagaimana proses pengadaan di lingkungan pemerintahan hari ini," tegas Gus Ipul.

Baca Juga: Pengadaan Sepatu hingga Bingkai Foto Bernilai Miliaran Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Guna membendung bola salju disinformasi tersebut, Gus Ipul pun meminta seluruh jajarannya untuk tidak tinggal diam. Ia mengajak para pegawai Kemensos aktif meluruskan informasi keliru sebagai bagian dari bentuk perjuangan dan ibadah.

"Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ajak Bapak, Ibu sekalian untuk beramal, bersedekah, berjuang, ikut meluruskan segala pemberitaan yang tidak sesuai fakta yang terjadi di lingkungan Kementerian Sosial," pungkasnya.

Load More