SUARA GARUT –Abraham Samad buka alasan KPK bisa berhentikan Brigjen Pol Endar Priantoro, kasus Formula E mencuat.
Presiden Jokowi menyampaikan jangan membuat gaduh atas pemberhentian Brigjen Pol Endar Priantoro dari jabatannya sebagai Direktur Penyelidikan (Dirlidik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya kasus pemberhentian Brigjen Endar ini mencuatkan dua pendapat yang berbeda antara KPK serta pimpinan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Brigjen Endar dipulangkan kembali oleh KPK, namun, di saat yang bersamaan Polri sudah mengeluarkan perpanjangan tugas sebagai Direktur Penyelidikan.
Brigjen Endar menjelaskan bahwa terjadi pemanggilan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) pada 31 Maret 2023 untuk memberhentikan dengan hormat dirinya terhitung 1 April 2023.
Brigjen Endar tidak meyakini bahwa pemberhentian tersebut karena kasus formula E.
“Saya tidak meyakini bahwa pemberhentian ini berhubungan dengan formula E yang sedang diproses,” ujar Brigjen Endar mengenai pemberhentiannya dan kasus formula E di Kompas Petang pada Rabu (5/4/2023).
Melihat kasus ini, Mantan Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad mengatakan bahwa setiap pengambilan keputusan oleh komisioner KPK harus melalui kolektif kolegial.
Pemulangan anggota penyidik yang berasal dari institusi luar harus ada alasan yang tepat.
Baca Juga: Ammar Zoni Mendekam di Penjara, Irish Bella Datang ke Rumah Umi Pipik Curhat Pilu Soal Suami
Mantan Ketua KPK periode 2011–2015 menanggapi kasus pemulangan Brigjen Pol Endar Priantoro.
“Bila secara tiba-tiba dipulangkan, berdasarkan kebiasaan KPK terdahulu, biasanya ada
pelanggaran. Yang menjadi tanda tanya adalah, apakah ada pelanggaran oleh Brigjen Endar atau tidak,” jelas Abraham Samad pada Program Sapa Indonesia Malam (5/3/23).
Ada dua hal yang menyebabkan pemulangan anggota penyidik, yaitu masa tugas sudah berakhir atau melakukan pelanggaran sehingga harus dikembalikan.
Menurut Abraham, kontoversi ini akan selesai bila Dewan Pengawas (Dewas) membuat
keputusan secara transparan.
Abraham juga menekankan bahwa perlunya etika kelembagaan sehingga terjalin koordinasi langsung dan meminimalisir kesalahpahaman. (*/Bella Jingga)
Berita Terkait
-
Bantah Firli Bahuri Bocorkan Data Penyelidikan Korupsi Kementerian ESDM, KPK Minta Pihak-pihak Tak Asal Nuduh
-
Pencopotannya Tuai Polemik, Ini Kasus yang Pernah Ditangani Endar Priantoro di KPK
-
Gawat KPK Temukan Uang Rafael Alun Senilai Rp32,2 miliar, Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan: Hasil Kejahatan Bisa Untuk Negara
-
Hotman Paris Siapkan Bukti Penyebar Isu Raffi Ahmad Terlibat Kasus Korupsi di KPK
-
KPK Jelaskan Artis R yang Tersangkut Pencucian Uang Rafael Alun, Netizen: Ada yang Berniat Jahat ke Raffi Ahmad
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan