SUARA GARUT - Pernyataan Bupati soal Garut Bangkrut karena mengangkat PPPK mendapat tanggapan serius Anggota Dewan Pendidikan Dedi Kurniawan.
Pihaknya merasa heran dengan pernyataan orang nomor satu di Garut tersebut, pasalnya pengangkatan PPPK seolah telah menjadi beban APBD.
Beberapa waktu lalu, Bupati Garut H.Rudi Gunawan menyatakan bahwa tahun 2024 mendatang, garut tidak bisa membangun karena adanya pengangkatan PPPK.
Jika benar demikian kata Dedi Kurniawan, tentu menggangu pelayanan publik di sektor lain.
Kendati demikian imbuh Dedi, hal itu berbanding terbalik dengan pernyataan pejabat Kemendikbudristek.
"Dirjen GTK Prof.Nunuk Suryani berkali-kali menyampaikan bahwa gaji PPPK berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU).
Artinya sambung Dedi kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik sektor lain.
Sebenarnya kata Dedi pihaknya terus ngotot je Disdik, BKD, dan DPRD Garut, gaji PPPK bersumber dari pusat.
"Tentu tidak akan mengganggu anggaran belanja sektor lain pada APBD Garut," kata Dedi seperti dikutif garut.suara.com dari halaman gosip Garut, Pada Sabtu, (08/04/2023).
Baca Juga: Bupati Meranti Muhammad Adil Ditahan KPK, Djarot: Bukan Kader PDIP
Dia menjelaskan, dirinya, Sekda, dan DPRD sudah berkonsultasi ke Kemendikbud untuk mendapatkan informasi terkait penggajian PPPK.
"Hasilnya pusat dengan tegas sumber gaji PPPK dari pemerintah pusat yang dialokasikan khusus lewat DAU," tegasnya.
Menurutnya, program pengangkatan satu juta PPPK tidak akan membebani APBD, karena gajinya bersumber dari APBN melalui dan trasnper.
"Saya akan cari tahu, ke Pemerintah pusat apakah betul yang disampaikan Bupati Garut itu, atau ada keterlambatan trasnfer ke daerah, atau ada pengalihan ke sektor lain," pungkasnya.(*)
Berita Terkait
-
Tinggal Menghitung Hari ASN PPPK Akan Kebanjiran Uang THR, Simak Ini Jenis yang Akan Diterima
-
Berikut Update Nama Guru Honorer Kabupaten Garut Lolos PPPK 2023 Tanpa Tes, Cek Siapa Tau Ada Nama Kamu
-
LSM Laskar Indonesia DPC Malangbong Prihatin Atas Pernyataan Bupati Soal Garut Bangkrut Karena Mengangkat PPPK
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026