SUARA GARUT - Ditemui di Pendopo Kabupaten Garut, Kepala Sekolah Gunung dan Konservasi Alam Jagawana, Talagabodas, Uun Trinawati Ahs, S. Sos, mengungkapkan, kerusakan alam di Kabupaten Garut mencapai 999 ribu hektar.
Diantara kerusakan alam itu berupa kawasan hutan lindung yang dirubah menjadi semacam perkebunan.
"Itu ada sebagian kawasan hutan yang alih fungsi, alih fungsi di sini dalam artian alih komoditi yang seharusnya hutan lindung menjadi perkebunan agro hortikultura," ungkap Uun Trinawati, Kamis (13 /04/2023).
Menurutnya, jika kawasan hutan lindung berubah fungsi itu syaratnya harus ramah konservasi.
"Ada undang undang yang mengatur bahwa untuk Kabupaten konservasi itu sebaiknya 80 persen itu kawasan lindung. Kalaupun mau dimanfaatkan itu harus ramah konservasi," katanya.
Uun yang juga Ketua Citra Bina Putra foundation Garut, meyebutkan, Garut merupakan daerah penyangga dengan menyumbang 14 persen lebih kawasan lindung di Jawa Barat
Disinggung banyaknya perbukitan yang dijadikan galian C, Ia menyebut bahwa dalam penerbitan ijin itu ada klausul kewajiban pengusaha galian untuk mengganti kawasan yang dieksploitasi itu, atau mereklamasi kembali kawasan tersebut menjadi kawasan hijau. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Pangkas Waktu ke Palabuhanratu, Jalan Malasari-Cianten Bakal Ditembuskan ke Sukabumi
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Hasil Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste: Menang 3-0, Garuda Nusantara Belum Mampu Gusur Vietnam
-
Konflik dengan Sarwendah Makin Panas, Ruben Onsu Murka Dengar Kata 'Najis' dan 'Cong'
-
Konflik PGRI Memanas di Sumsel, Bukman Lian dan Riza Pahlevi Saling Klaim Kepengurusan
-
Kabar Baik Pengendara Sukabumi - Bogor, Jembatan Pamuruyan Baru Mulai Beroperasi