/
Sabtu, 15 April 2023 | 15:05 WIB
Rasyid Nikaz,Sang Miliarder Perancis Pembela Muslimah Perancis (Photo:VOA Islam)

SUARA GARUT - Perancis adalah salah satu negara di Eropa yang dianggap menerapkan standar ganda dalam hal pelaksanaan hak asasi manusia.

Di satu sisi ingin dicap sebagai negara demokratis, namun kebijakan terkait kebebasan menjalankan keyakinan warganya seringkali dianggap kontroversial.

Seperti halnya tentang penerapan Undang-undang Pelarangan Burqa yang diperkenalkan sejak 2010 lalu.

Hal ini dipicu oleh berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis menggunakan cadar di tempat-tempat umum.

Sehingga di pemerintah mengeluarkan larangan tersebut berupa undang-undang anti burqa dengan ancaman denda 150 euro atau sekitar Rp.2,4 juta.

Namun tak disangka, hal ini justru memicu gerakan simpatik dari berbagai kalangan yang siap mendukung kaum wanita Perancis untuk terus menggunakan cadarnya tanpa takut kena denda.

Adalah seorang milyader bernama Rasyid Nikaz, pebisnis sukses Perancis keturunan Aljazair yang siap merogoh koceknya demi membayar denda kaum muslimah Perancis.

Konon, kekayaan pengusaha ini ditaksir lebih dari Rp.150 triliun dan merupakan pemilik saham salah satu klub sepakbola  Paris Saint Germain.

Rasyid juga   tercatat memiliki 10 panti asuhan anak yatim di Perancis yang jumlahnya lebih dari 1000 orang dan rata-rata anak yatim  tersebut sudah hafal Al Quran 30 juz.

Baca Juga: Bima Effect! Jalan di Pringsewu Langsung Diperbaiki, Warga: Makasih Bima

Dengan jumlah ribuan wanita muslimah di Perancis, diperkirakan Rasyid mengeluarkan uang untuk membayar denda mereka sebesar Rp.16,9 milyar. Semua dana yang dikeluarkan adalah berasal dari kantong pribadinya.

Tindakannya itu seolah mengatakan, "Pakailah cadar kalian sesukanya, biarkan saya yang akan membayar dendanya. Saya ikhlas seandainya seluruh harta saya habis untuk membayar denda. Semoga ini menjadi amal ibadah saya.Jika saya diam dan syariat kaum muslimah di Perancis ini hilang, maka saya telah berdosa di hadapan Allah Swt," ungkapnya seperti dikutip dari kanal @negeri_dakwah.

"Ini bukanlah bentuk kesombongan, akan tetapi sebagai bentuk perlawanan." ungkapnya dengan tegas.

Apa yang dilakukan pengusaha tersebut  membuat simpati banyak orang termasuk seorang syaikh yang mengibaratkan Rasyid Nikaz adalah hanyalah seseorang laki-laki yang mampu melawan satu negara.(*)

Editor: Farhan

Load More