SUARA GARUT - Malam malam hitungan ganjil bulan Ramadhan diyakini umat Islam sebagai malam lailatul qodar, sehingga itikaf atau berdiam diri di mesjid dengan memperbanyak ibadah menjadi hal utama.
Malam ke 25 atau orang sunda menyebutnya malam lima likur, tepatnya malam jelang melaksanakan puasa hari ke 25, warga Perumahan Puri dan Grya Gandasari yang berada di lingkungan RW 14 Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu Garut menjadi malam istimewa. Ratusan warga menggelar itikap dan makan sahur bersama.
"Ini memang untuk pertama kalinya kita DKM Mesjid Baitul Fattah menyelenggarakan itikaf dan makan sahur bersama, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antar warga dan meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadhan tentunya.," tutur Ketua DKM Baitul Fattah Agus Hilman, Ahad (16/04/2023).
Prosesi malam kebersamaan di 25 Ramadhan di mesjid Baitul fatah itu diawali dengan sholat tarawih bersama, kemudian menerima titipan zakat fitrah, membaca Alquran, do'a, berzikir dan sholat qiamul lail, makan sahur, sholat subuh dan ditutup dengan kajian khusus dengan mengundang penceramah Ustad Suhana.
Hasan (47) warga yang ikut itikaf bareng, mengaku, senang dengan kegiatan tersebut dan berharap bisa dilaksanakan setiap Ramadhan.
" ni merupakan kegiatan perpaduan ibadah hablum Minal loh dan hablum minannas (hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan hubungan antara manusia) yang patut dipertahankan atau harus digelar setiap tahun," katanya.
Selain warga perumahan, ternyata kegiatan itikaf bareng di mesjid Baitul Fattah ini diikuti pula oleh puluhan warga dari kampung sekitar Perum.(*)
Editor: Farhan
Baca Juga: Rincian Tarif Jalan Tol Trans Sumatra Mudik Lebaran 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi