SUARA GARUT - Dalam menentukan awal bulan baru hijriah , ada du metode yang sering digunakan kelompok keagamaan besar di Indonesia yaitu metode ru'yatul hilal dan hisab.
Ini sangat berbeda dalam sistem penanggalan masehi atau berbasis matahari (syamsiah). Sedangkan kalender hijriah mengacu pada siklus bulan atau qomariah.
Ru'yatul hilal berasal dari kata ra'a-yaro-ru'yatan artinya melihat atau memandang dengan mata. Hilal adalah bulan sabit yang muncul di ufuk.
Penentuan awal ramadhan atau 1 syawal berdasarkan metode ini mengacu kepada hadist rasulullah:
"Berpuasalah kalian dengan melihat hilal dan berbukalah (mengakhiri puasa) dengan melihat hilal. Bila ia tidak tampak olehmu, maka sempurnakan hitungan Sya'ban menjadi 30 hari," (HR Bukhari dan Muslim).
Sedangkan istilah hisab, berasal dari kata hasiba-yahsibu-husbanan, yang artinya perhitungan. Yaitu suatu metode untuk menentukan awal bulan baru berdasarkan perhitungan matematis dan astronomis.
Bagi kaum muslimin yang menggunakan metode hisab bertujuan kepraktisan dan kemudahan. Pendapat ini berdasarkan pemahaman bahwa Allah menyukai kemudahan.
Dilansir dari akun instagram @pussainsa_lapan,pakar astronomi Prof. Thomas Djamaluddin mengatakan keduanya memiliki kekuatan dan kelemahan karena sifatnya masih hipotesa.
Perbedaan yang terjadi selama ini karena banyak faktor dan perbedaan kriteria.
Baca Juga: Makna Sungkeman Saat Lebaran, Tradisi Memohon Maaf Pada Orang Tua
Bagi kaum muslimin perbedaan yang terjadi perlu disikapi dengan bijak. Tidak perlu saling menyalahkan karena kedua metode itu pada dasarnya saling melengkapi.
Yang meyakini dengan masing metode silahkan mengambil keputusan selama keputusan tersebut ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun lebih bijaknya semua diserahkan kepada keputusan pemerintah.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
-
Pasien Ibu Ida Dayak Protes Tangannya Tetap Bengkok Padahal Videonya Sudah Viral, Penjelasan Dokter Terbukti?
-
Kapan Arab Saudi Menetapkan Hari Idul Fitri 2023? Ini Penjelasan Pakar
-
Empat Fenomena Langka Astronomis! Gerhana Matahari Hibrida Terjadi Pada 20 April 2023, Berikut Penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Harga Pertamax Rp16.250: Akankah Layanan GoRide Hemat Segera Dihapus?
-
Tingkatkan Budaya Tertib Jalanan, Satlantas Polresta Solo Sapa Komunitas Motor
-
Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Ulasan Dating in the Kitchen, Drama Kuliner yang Dibintangi Zhao Lusi
-
Dokumenter Rachel Nickell: Skandal Salah Tangkap Paling Kontroversial di Inggris, Baru di Netflix
-
5 Tahanan Kejari Pekanbaru yang Kabur Sudah Ditangkap, Satu Masih Dicari
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
-
5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
-
Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan