SUARA GARUT - Perhelatan pesta demokrasi pemilihan Presiden 2024, tidak lama lagi akan digelar di negeri tercinta ini.
Sehingga para tokoh politik, tengah sibuk-sibuknya merapat sana-sini untuk mencari dukungan dan kekuatan agar menjadi pemenang.
Pilpres akan digelar Februari 2024, artinya rakyat di negeri ini memiliki kesempatan yang cukup untuk mempertimbangkan siapa yang layak jadi Presiden RI masa datang.
Saat ini kita tahu, terdapat tiga kandidat bakal Calon Presiden (Capres) dengan plus minusnya.
Bahkan mungkin saja, berpeluang kandidat capresnya menjadi bertambah.
Hal ini tidak tertutup kemungkinan, kesempatan itu masih tetap terbuka lebar.
Namun persoalanya dari tiga kandidat yang sudah muncul tadi, adakah pigur capres yang ideal, serta layak memimpin bangsa yang majemuk ini.
Memilih calon Presiden, tidak sama dengan sekadar hanya mengikuti selira atau sebatas ikut-ikut belaka.
Pasalnya, kandidat capres yang ada saat ini lahir dari sebuah kelompok tertentu.
Baca Juga: Bukan ke Inara Rusli, Virgoun Nangis Cuma Minta Maaf ke Anak-anaknya
Bukan dilahirkan berdasarkan pilihan rakyat secara langsung.
Tiga kandidat bakal Capres dibentuk atau dilahirkan oleh sebuah kekuatan partai politik.
Oleh sebab itu, kita jadi bertanya, memilih presiden ingin atau butuh?
Jika ingin yang dikedepankan maka, mengikuti selira seperti yang ditawarkan partai politik masing-masing.
Namun jika memilih Presiden karena butuh, maka akan mempertimbangkan kebutuhan tanpa melihat partainya apa, atau bajunya apa.
Kita saat ini, butuh sosok Presiden yang bisa mempersatukan anak bangsa, agar tidak terpecah belah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi