SUARA GARUT - Di Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), mendesak pemerintah lebih profesional memperlakukan guru.
Saat ini Indonesia tengah membutuhkan 1,3 juta guru Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga tahun 2024 mendatang.
Akan tetapi, untuk memenuhi kebutuhan 1,3 Juta guru ASN tersebut, pemerintah malah merekrut ASN kontrak, dengan sebutan PPPK.
Hal ini menurut P2G, menjadi cermin buruknya tata kelola guru di tanah air.
Sebagaimana diketahui rekrutmen PPPK yang sudah dilakukan pemerintah adalah sebagai solusi dalam penuntasan honorer.
Namun P2G beranggapan solusi rekrutmen tenaga PPPK guru terjadi untuk jangka pendek.
Menurut P2G, seperti dikutif garut.suara.com dari halaman jawapos.com, pada Rabu, (3/05/2023), seharusnya merekrut untuk jangka panjang seperti PNS.
Pemerintah tidak lagi merekrut PNS dengan alasan soal anggaran.
"Anggaran Jumbo menjadi faktor utama tidak lagi merekrut guru PNS," kata P2G.
Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Rasa Sedih dan Kekecewaan dalam Hidup, Bukan Hanya Sabar
Namun, jika menilik anggaran Pendidikan yang ada dalam APBN, justru mengalami kenaikan yang signifikan tiap tahunya.
Di Tahun 2023 saja misalnya, sebesar 612, triliun rupiah di alokasikan khusus anggaran pendidikan.
Bahkan dari anggaran tersebut mengalami kenaikan sebesar, 5,8 persen dari tahun 2022 sebesar 574,9 triliun rupiah.
"Ditengah darurat kekurangan guru ASN, dengan anggaran pendidikan sebesar 612 triliun rupiah, pemerintah masih enggan merekrut guru PNS," ujar Koordinator Nasional P2g Satriawan Salim, Selasa, (2/05/2023).
Menurut Satriawan, rekruten guru ASN PPPK belum menjawab kebutuhan guru nasional, sebaliknya menyisakan persoalan.
Dia mencontohkan, pada seleksi guru ASN PPPK masih menyisakan beragam permasalahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO
-
Rahasia Malang Sukses Hapus Praktik Pasung Sejak Tahun 2025
-
Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK
-
DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama
-
Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar
-
Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi